Lahat Cegah Puncak Malaria dan DBD
Lahat, BP
Menjelang Maret yang merupakan puncak musim hujan, diperkirakan demam berdarah dan malaria meningkat menyebabkan warga mesti mawas diri dan lebih aktif lagi menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi di sekitar stasiun dan daerah padat dan kumuh.
Instruksi ini disampaikan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai, SE agar semua bergotong royong memberantasnya. “Penyakit yang diakibatkan nyamuk seperti DBD ataupun Malaria, mengharuskan kita semua sadar untuk melakukan kebersihan di lingkungan sendiri, karena nyamuk tidak pandang bulu untuk menggigit korbannya, proaktif menjaga lingkungan, baik kebersihan maupun 3M,” jelas Kadinkes dr H Rasyidi Amri, siang ini.
Kesadaran membersihkan lingkungan menjadi salah satu bentuk pencegahan. Pemerintah melalui dinas kesehatan dan juga unsur masyarakat seperti TNI dan Polri ikut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong di stasiun kota Lahat, hari ini. “Kita memfasilitasi masyarakat untuk melakukan fogging, namun kami minta masyarakat juga proaktif untuk mekakukan kebersihan di lingkungan sendiri, karena nnyamuk itu tidak pandang bulu dalam menggigit korbanya, bisa anak-anak, orang tua dan lainya,” ungkap Sekda Lahat Nasrun Aswari, SE, MM, di sela-sela acara fogging.
Selain kegiatan tersebut, Nasrun juga menyerahkan bantuan mesin rumput kepada warga sehingga lingkungan bersih dan nyaman. Sementara fogging sendiri dilakukan untuk menghentikan siklus hidup nyamuk penyebab DBD. Kendati demikian, tanpa peran serta masyarakat yang tidak mampu menjaga kebersihan lingkungan, maka upaya pemerintah akan sia-sia. “Bersih, sehat, nyaman untuk kita semua jadi harus diupayakan bersama,” tegasnya.
Ditambahkan, Danang Sudiantoro, SKM, Kasi Pengendalian DBD dan Malaria Dinkes Lahat, pihaknya menargetkan 95 lokasi yang dinilai sebagai tempat rawan DBD untuk dilakukan fogging. Hal tersebut segera mungkin dilakukan sebelum musim penularan (SMP) terus berlanjut.
“Penyemprotan atau fogging dilakukan sejak awal februari dan targetnya 100 persen wilayah khususnya kota Lahat ini bebas DBD. Fogging juga akan dilakukan berkelanjutan minimal dalam satu bulan ada 4 sampai 5 areal yang kita semprot,” ujarnya. #ufi