Gelombang Tinggi, Kapal Kecil Harus Waspada

16
NELAYAN-Dua orang nelayan memperbaiki jaring ikan di kawasan 1 Ilir Palembang. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang belum mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan gelombang tinggi. BP/ARRACHIM
Dua orang nelayan memperbaiki jaring ikan di kawasan 1 Ilir Palembang.
BP/ARRACHIM

Palembang, BP

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas II Palembang belum memberikan maklumat untuk mewaspadai gelombang tinggi di sekitar perairan Sumatera Selatan. Namun bagi kapal kecil diharapkan untuk lebih waspada.

Kasi Keselamatan, Penjagaan, dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang Rahmat Desrial mengatakan saat ini kondisi gelombang masih terbilang aman. Sehingga pihaknya belum mengeluarkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Gelombang Tinggi.

Berdasarkan alat pendeteksi gelombang, saat ini masih menunjukkan tanda biru atau gelombang masih aman. Dengan ketinggian gelombang 0,5 meter – satu meter untuk perairan Selat Bangka. Gelombang di perairan dikategorikan berbahaya jika ketinggian sudah di atas itu.

Baca Juga:  Pangdam II Sriwijaya Tinjau Latihan UST KI/RAI Terintegrasi Satuan Jajaran Kodam II Sriwijaya

“Untuk di sekitar perairan kita masih aman, tapi kapal kecil harus tetap berhati-hati dan waspada, terutama saat perjalanan di malam hari, sementara kapal besar di gelombang setinggi itu masih terkendali, tapi tetap harus waspada, karena terkadang cuaca tidak dapat diprediksi,” jelasnya, Senin (15/2).

Sementara jika dilihat dari perairan Indonesia, gelombang cukup tinggi 1,5 meter – tiga meter, yakni di Indonesia Wilayah Timur, Samudera Hindia dan Laut Cina. “Untuk saat ini gelombang tinggi belum terjadi di wilayah kita, karena perairan kita terkategori perairan dalam, termasuk perairan Riau dan Selat Sunda, gelombang masih terbilang aman, sementara yang cukup berbahaya seperti di Timor Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Ambon,” katanya.

Baca Juga:  Satu Korban Kecelakaan Speedboat di Sungai Dawas , Muba Ditemukan 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel, memperingatkan meskipun kondisi kecepatan angin saat ini masih normal dua sampai lima knot, namun kecepatan angin akan lebih tinggi terutama saat hujan di sore hari bisa lebih dari 10 knot hingga 20 knot.

“Belum ada peringatan gelombang tinggi tetapi untuk kapal kecil mesti waspada, karena angin kencang memicu gelombang tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Tiga Penumpang Tinggal Jasad, Jurumudi Speedboat Jadi Tersangka

Sementara dalam waktu satu minggu ke depan kondisi cuaca masih sama yakni hujan dengan durasi deras dan panjang merata di seluruh wilayah Sumsel. Musim hujan akan berlangsung hingga Maret mendatang. Sementara musim kemarau akan masuk pada bulan Juni. Sedangkan curah hujan Februari ini di atas 300 mililiter per bulan. #pit

Komentar Anda
Loading...