Rp2 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan
Pemerintah Pusat menggelontorkan hingga Rp2 triliun ke Pemprov Sumsel selama 2015-2018 untuk membangun jalan dan jembatan.

AREA PROYEK PEMBANGUNAN-Kawasan Kuto, Kelurahan Kuto Batu terlihat kosong dari bangunan rumah warga karena di lokasi ini area proyek pembangun Jembatan Musi IV yang akan segera direalisasikan pemerintah daerah, Rabu (6/1).
Palembang, BP
Selama kurun waktu empat tahun, 2015-2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapat gelontoran dana sebesar Rp2.173.298.000.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun jalan dan jembatan guna mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.
Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel, secara rinci, dana APBN yang digelontorkan pemerintah pusat kepada Sumsel pada 2015 sebesar Rp50 miliar, lalu pada 2016 sebesar Rp1.012.992.000.000, sementara 2017 sebesar Rp810,466 miliar, dan 2018 sebesar Rp299,840 miliar.
Kabid Sarana dan Prasarana BAPPEDA Provinsi Sumsel Hendrian MT mengatakan, pembangunan yang memakan dana paling besar adalah proyek Jembatan Musi IV yang konstruksinya menelan dana Rp523 miliar.
Ia menjelaskan, dana pembebasan lahan telah dianggarkan pada 2015 sebesar Rp35,4 miliar. Sementara pembangunan konstruksinya dilakukan dengan sistem tahun jamak (multiyears). Tahun 2015 dianggarkan Rp14,6 miliar, Rp75 miliar dianggarkan pada 2016, Rp250 miliar pada 2017, dan 180,4 miliar pada 2018.
Pembangunan jalan akses Jembatan Musi IV di 2016 dianggarkan dua pos pembangunan. Sebesar Rp90 miliar untuk pembebasan lahan, dan Rp42 miliar untuk konstruksi. Pembangunan jalan akses Jembatan Musi VI pada 2016 pun menggunakan dana APBD. Dianggarkan Rp21,5 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp24 miliar untuk konstruksinya.
Selain itu, pembangunan jembatan flyover Simpang Keramasan dilakukan pada tahun ini. Dianggarkan Rp10 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp67 miliar untuk konstruksi pada tahun ini. Sementara tahun 2017 dialokasikan Rp190 miliar, sisanya untuk konstruksi.
“Pembangunan jembatan flyover Simpang Bandara-TAA pada 2016 dianggarkan Rp40 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp67 miliar untuk konstruksi. Sedangkan pada 2017 dianggarkan Rp130 miliar untuk sisa konstruksi,” tuturnya.
Selain untuk pembangunan, dana APBN pun digunakan untuk rencana program peningkatan, pelebaran, dan rekonstruksi infrastruktur. Peningkatan jalan nasional dalam Kota Palembang pada 2016 dianggarkan Rp130,431 miliar. Peningkatan drainase, bahu jalan, dan trotoar jalan nasional dalam kota Palembang pada 2016 dianggarkan Rp100,870 miliar dan Rp65,326 miliar pada 2017.
Pelebaran jalan dalam kota Palembang dianggarkan Rp157,888 miliar pada tahun ini, sementara pelebaran jembatan dianggarkan Rp7,5 miliar. Rekonstruksi ruas jalan Simpang Bandara-TAA pada 2016 dianggarkan Rp50 miliar, Rp150 miliar pada 2017, dan Rp100 miliar pada 2018.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III Sumbagsel Gunawan mengatakan, pihaknya yang melakukan sebagian besar pembangunan dan peningkatan jalan tersebut.
Untuk Jembatan Musi IV, ia mengatakan, pembebasan lahan telah selesai pada akhir tahun lalu. Ditargetkan pengerjaan tiang pancang akan dilaksanakan pada Februari mendatang.
Pihaknya fokus untuk pembangunan di Seberang Ilir terlebih dahulu, sedangkan untuk Seberang Ulu akan dilakukan di tahun 2017 sampai 2018 karena akan dilanjutkan pembangunan akses jalan dari Musi IV sampai ke Jalan Nasional Ahmad Yani. # idz