Inclinator Terpanjang Ada di Linggau

19

Masyarakat Sumatera Selatan, khusus warga Kota Lubuklinggau patut bangga karena memiliki inclinator atau kereta miring terpanjang di Indonesia. Sarana transportasi ini mampu memangkas waktu tempuh bagi wisatawan puncak Bukit Sulap.

3110.01.KAKI.HASBERADA di puncak Bukit Sulap, pengunjung dapat melihat secara utuh Kota Lubuklinggau. Barisan rumah warga dihiasi pepohonan hijau seolah memberi daya tarik tersendiri bagi orang yang singgah ke daerah paling barat Bumi Sriwijaya.

Di malam hari, pemandangan dari puncak Bukit Sulap pun menampilkan sajian berbeda. Rumah penduduk, gedung bertingkat, dan bangunan lainnya bak sekumpulan kunang-kunang yang memancarkan kerlap-kerlip lampu penuh warna.

Kontur tanah Bukit Sulap juga sangat representatif untuk menggelar kejuaran balap sepeda gunung. Tak heran lokasi ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pembalap nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Siti Nurizka Serap Aspirasi Walikota Lubuklinggau 

Gagasan Pemerintah Kota Lubuklinggau membangun berbagai sarana dan prasarana di Bukit Sulap cukup menjanjikan untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti pembangunan shelter, inclinator, gazebo, tempat pertunjukan dan gedung pertemuan persis di kaki Bukit Sulap.

Khusus untuk inclinator, nantinya bakal ditarik biaya retribusi bagi pengunjung yang naik bukit. “Saat ini tahapan pembangunannya sudah lebih dari 80 persen,” kata Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe.

Menurut Sohe, saat ini Kota Lubuklinggau memiliki inclinator terpanjang se-Indonesia dengan ukuran 600 meter untuk sampai ke puncak dengan memiliki empat shelter.

Rinciannya, dari shelter A ke B memiliki panjang 260 meter dengan tingkat kemiringan 22 derajat. Dari shelter B ke C memiliki jarak 180 meter dengan kemiringan 35 derajat. Jarak dari shelter C menuju shelter D berjarak 160 meter dengan kemiringan sampai 40 derajat.

Baca Juga:  Mantan Ketua DPRD Linggau Ramaikan Pilkada Muratara

Pemerintah mengupayakan inclinator bisa diselesaikan tahun ini dengan beberapa penyempurnaan di tahun mendatang. “Kita tidak dapat menyulap dalam satu malam, semua butuh proses. Untuk perencanaan saja, butuh waktu yang cukup lama,” kata Sohe.

Ada tiga tahapan dalam pembangunan inclinator ini, yakni pembangunan inclinator mulai dari perencanaan sampai dengan uji coba dengan pondasi dan rel yang telah terpasang. Kedua, melengkapi sarana prasarana, dan ketiga memperindah dengan membuat taman dan apapun yang membuat tempat wisata menjadi indah.

Salah seorang tokoh agama di Kelurahan Sukajadi, Ustadz H Yesnu mengaku, mendukung penuh upaya pemerintah dalam membangun fasilitas pariwisata di Kota Lubuklinggau. “Itu terobosan cukup baik, memang daerah ini membutuhkan tempat pariwisata yang nyaman dan representatif. Jadi kalau ada inclinator dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan ke sana,” katanya.

Baca Juga:  Parkir Sembarangan Picu Kemacetan Jalinsum

Dia menuturkan, sebelum ada inclinator jarak tempuh dari kaki bukit sulap menuju puncaknya sekitar 3-4 jam. Kini dengan menggunakan inclinator lebih hemat waktu dan tenaga.

Pengunjung Bukit Sulap bernama Wawek (33), asal Palembang, menilai, fasilitas di sekitaran obyek wisata ini sudah cukup baik dan lengkap. Namun dia berharap fasilitas yang ada dapat dijaga dan ditambah supaya wisatawan lebih betah berkunjung. “Saya suka datang ke Bukit Sulap, suasananya masih asri dan nyaman. Kalau bisa ke depan dapat ditambah sejumlah permainan anak-anak supaya tambah ramai lagi,” katanya. #frans kurniawan

 

 

Komentar Anda
Loading...