2017, PLKB Jadi Kewenangan Pusat

16

Palembang, BP
1 Januari 2017 mendatang,  pengelolaan tenaga Petugas Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) akan menjadi kewenangan pusat bukan pemerintah daerah.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai lembaga yang mengurus kependudukan dan keluarga mengambil alih petugas ini untuk menggerakkan kembali tenaga Penyuluh KB atau PLKB di daerah yang saat ini dinilai kurang optimal dalam menekan jumlah pertumbuhan penduduk.

Baca Juga:  Komisi V DPRD Sumsel Temukan  Kekurangan Oksigen Di RS Hermina OPI Jakabaring

Kepala Biro Hukum BKKBN Setia Adi mengatakan sebagai tindaklanjut pemerintah daerah terkait Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 120/253/SJ tentang Pemerintah Daerah maka BKKBN merangkul kembali Petugas PKB dan PLKB yang  ‘dikuasai’  pemerintah daerah selama
pelaksanaan otonomi ini.

“Pengembalian status kepegawaian ke BKKBN pusat ini diharapkan mengatasi permasalahan dalam pengendalian penduduk agar bisa dilakukan secara optimal,” ujar Setia usai menghadiri pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki di Kantor Pemprov Sumsel, Senin (28/9) pagi.

Baca Juga:  Chandra Darmawan  Calon Kuat Pimpin DPW PBB Sumsel dalam Muswil VI

Dalam menekan angka pertumbuhan penduduk, Menurutnya, tenaga PKB dan PLKB sangat memiliki fungsi strategis. Terlebih saat ini angka pertumbuhan penduduk di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni diangka 2,6 persen per tahun dari angka ideal di bawah 1 persen.

Sementara untuk provinsi Sumsel sendiri, Ia menyebutkan masuk kategori rapor merah karena berada di angka di atas nasional yakni 2,8 persen per tahun.

Baca Juga:  Cik Ujang Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren, Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak untuk Sumsel Maju

“Semakin tinggi angka pertumbuhan di suatu daerah maka itula indikasi rapot merah. Nah, inilah yang dikhawatirkan, laju pertumbuhan penduduk ditiap daerah rata-rata masih tinggi akibat angka kelahiran  total tak terbendung, sementara kepesertaan KB banyak yang belum terlayani hingga minimnya sosialisasi kepada keluarga berusia muda,” terangnya.#dil

Komentar Anda
Loading...