81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri

1

Palembang,BP-  Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam membangun kehidupan yang mandiri dan berdaulat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan energinya. Di tepian Sungai Musi, Kilang Plaju telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut selama lebih dari satu abad. Dari generasi ke generasi, kilang yang berdiri sejak 1904 ini terus berkembang mengikuti perubahan zaman hingga tetap menjalankan perannya dalam menyediakan energi bagi masyarakat.

Sejarah panjang Kilang Plaju tidak berhenti pada masa awal berdirinya. Setelah melalui berbagai perubahan dan proses nasionalisasi, kilang ini menjadi bagian dari perjalanan Pertamina dan berkembang menjadi salah satu aset strategis dalam industri energi nasional. Perjalanan tersebut menjadikan Kilang Plaju bukan sekadar fasilitas pengolahan minyak, melainkan bagian dari warisan industri yang terus diteruskan dan dikembangkan hingga hari ini.

Bagi Indonesia yang kini memasuki 81 tahun kemerdekaan, perjalanan tersebut memiliki makna tersendiri. Apa yang dahulu menjadi bagian dari sejarah industri pengolahan minyak, kini terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat sekaligus menjawab tantangan yang semakin berkembang. Semangat untuk menjaga apa yang telah diwariskan, sekaligus menghadirkan pembaruan, menjadi bagian dari perjalanan Kilang Plaju dari masa ke masa.

Dari Warisan Sejarah Menjadi Penopang Energi Negeri

Sebagai kilang pengolahan minyak tertua di Indonesia yang masih beroperasi, Kilang Plaju saat ini memiliki kapasitas desain pengolahan 120 ribu barel per hari yang didukung lima Crude Distillation Unit (CDU) serta berbagai unit pengolahan lainnya. Kilang ini menghasilkan beragam produk, mulai dari BBM, produk non-BBM, hingga produk intermedia yang mendukung kebutuhan energi dan industri.

Letaknya di tepian Sungai Musi juga membuat Kilang Plaju memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. Sungai yang sejak dahulu menjadi nadi perdagangan dan aktivitas masyarakat tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan kilang, menjadikannya tidak hanya hadir sebagai fasilitas energi, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan dan cerita panjang Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Jamuan Teh Sore di Hotel Aryaduta

Warisan yang Terus Melahirkan Inovasi

Panjang perjalanan tersebut tidak membuat Kilang Plaju berhenti pada apa yang telah ada. Seiring berkembangnya kebutuhan energi dan industri, berbagai inovasi terus lahir untuk memberikan nilai tambah dari fasilitas dan sumber daya yang dimiliki.

Salah satunya melalui Breezon MC-32, produk refrigeran berbasis propylene yang dikembangkan melalui riset pekerja Kilang Plaju sejak 2018. Inovasi tersebut mampu menekan konsumsi listrik sebesar 20–30 persen serta membutuhkan massa pengisian yang lebih rendah dibandingkan refrigeran sintetis. Breezon MC-32 juga telah digunakan oleh PT Pertamina EP Cepu untuk mendukung operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.

Inovasi Kilang Plaju juga hadir melalui produk petrokimia Polytam. Sepanjang 2025, unit Polypropylene Kilang Plaju memproduksi 50.050 ton Polytam atau mencapai 114 persen dari target RKA 2025. Produk biji plastik yang telah dikembangkan selama lebih dari lima dekade tersebut menjadi salah satu bahan baku bagi industri kemasan, otomotif, dan rumah tangga, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

Perjalanan inovasi energi juga terlihat dari pengembangan biodiesel yang dilakukan secara bertahap, mulai dari B20, B30, B35 hingga B40. Setelah sebelumnya berperan dalam produksi dan lifting B40, Kilang Plaju kembali menghadirkan langkah terbaru melalui Biosolar B50 sebagai bagian dari perkembangan energi berbasis sumber daya domestik.

Baca Juga:  Dua Tersangka Pembunuh Polisi di Empat Lawang Dilimpahkan ke Polda Sumsel

B50, Langkah Terbaru Mendukung Kemandirian Energi

Pada 22 Juli 2026, Kilang Plaju melaksanakan lifting perdana Biosolar B50 menuju Integrated Terminal Palembang sebagai bagian dari implementasi mandatori B50 nasional. Langkah tersebut menjadi wujud kesiapan Kilang Plaju dalam mendukung kebijakan energi pemerintah sekaligus menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat di Sumatera Bagian Selatan.

B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen minyak solar. Implementasinya diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional, sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan perjalanan panjang Kilang Plaju menjadi fondasi bagi pekerja untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan energi dan industri yang berkembang.

“Lebih dari satu abad perjalanan Kilang Plaju menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Semangat tersebut kami lanjutkan dengan menjaga keandalan operasi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. B50 menjadi salah satu langkah terbaru, dan kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat,” ujar Khabibullah.

Menurutnya, kesiapan fasilitas, pengendalian mutu, keselamatan, dan keandalan operasi menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi B50 berjalan sesuai standar. Hal tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kilang Plaju terhadap upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Menjaga Keberlanjutan, Mengukir Capaian

Semangat untuk terus berkembang juga berjalan seiring dengan konsistensi dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan. Kilang Plaju berhasil meraih PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut pada periode 2022 hingga 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ade Putra  Babak Belur Dihajar Massa

Hingga Agustus 2026, Kilang Plaju juga telah mencatatkan 26 penghargaan nasional. Berbagai capaian tersebut melengkapi perjalanan Kilang Plaju dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, inovasi, lingkungan, dan kontribusi kepada masyarakat.

Bagi Khabibullah, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama seluruh pekerja Kilang Plaju yang terus menjaga standar dan memberikan kontribusi sesuai perannya masing-masing.

“Setiap pencapaian adalah hasil dari kerja bersama. Kami tentu bersyukur dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Yang paling penting, bagaimana seluruh upaya ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” tuturnya.

Melanjutkan Estafet untuk Masyarakat dan Negeri

Lebih dari satu abad telah berlalu sejak kilang pertama berdiri di tepian Sungai Musi. Teknologi berkembang, kebutuhan energi berubah, dan generasi pekerja terus berganti. Namun, semangat untuk menjaga energi tetap hadir bagi masyarakat terus menjadi bagian dari perjalanan Kilang Plaju. Di momentum 81 tahun Indonesia merdeka, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun kemandirian bangsa adalah sebuah estafet yang tidak selesai dalam satu generasi. Ada warisan yang perlu dijaga, ada perubahan yang perlu diikuti, dan ada masa depan yang perlu disiapkan bersama.

Dengan semangat tersebut, Kilang Plaju berkomitmen untuk terus menjaga operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian energi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.#udi

Komentar Anda
Loading...