KSMI Bawa Semangat Baru, Tata Kelola Diperkuat Menuju Panggung Asia

3

JAKARTA, BP — Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) memasuki babak baru dengan menyusun ulang kepengurusan sekaligus mempertegas arah organisasi. Regenerasi tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan wajah baru, tetapi juga memperkuat tata kelola dan memperluas kiprah sepak bola mini Indonesia di tingkat nasional, Asia, hingga internasional.

Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin mengatakan, sekitar 20 persen komposisi kepengurusan baru merupakan wajah dan nama baru. Sejumlah perubahan ditempatkan pada jajaran strategis sehingga diharapkan mampu memberikan energi baru bagi organisasi.

Salah satu perubahan tersebut adalah masuknya Tundra Meliala sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Teknologi, Tri Winarno Waketum Bidang Organisasi, serta Her Pramtama sebagai Bendahara Umum.

”Kebaruan ini bukan hanya pergantian nama dalam kepengurusan, melainkan semangat untuk membawa KSMI dengan visi dan misi yang lebih besar,” kata Yan dalam rapat pleno pengurus dan anggota KSMI di Jakarta, Jumat (2/10/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri sekitar 60 pengurus dan anggota dari jajaran sebelumnya maupun mereka yang baru bergabung. Pertemuan menetapkan susunan kepengurusan sekaligus menyamakan langkah menghadapi agenda organisasi yang telah menanti.

Bagi KSMI, pembaruan kepengurusan menjadi penting karena perkembangan sepak bola mini membutuhkan organisasi yang tidak hanya aktif menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga mampu membangun sistem pembinaan, kompetisi, administrasi, serta jejaring kerja sama yang berkelanjutan.

Baca Juga:  ASEAN Para Games 2023, Indonesia Hattrick Juara Umum 

Karena itu, aspek tata kelola menjadi salah satu perhatian dalam kepengurusan baru. Bendahara Umum KSMI Her Pramtama menegaskan komitmennya untuk membangun pengelolaan keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

”Kami akan membangun keuangan KSMI yang bersih dan transparan,” ujar Her.

Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan organisasi tidak hanya diarahkan pada prestasi di lapangan. KSMI ingin membangun fondasi administrasi dan keuangan yang lebih tertib agar kegiatan kompetisi dan pembinaan dapat berjalan secara konsisten.

Dua panggung pembuka

Kepengurusan baru KSMI tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Dua agenda kompetisi sudah berada di depan mata dan akan menjadi ujian awal bagi kemampuan organisasi menjalankan visi barunya.

Agenda pertama adalah Santri Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026. Kompetisi tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperluas pembinaan sepak bola mini di lingkungan santri sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain usia muda untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.

Setelah itu, perhatian KSMI akan diarahkan pada kompetisi sepak bola mini tingkat Asia yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada Januari 2027. Ajang tersebut diproyeksikan mempertemukan peserta dari sejumlah negara Asia.

Baca Juga:  Portugal dan Brazil Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2022

KSMI sebelumnya menyiapkan kejuaraan tersebut dengan melibatkan negara-negara Asia. Dengan kehadiran peserta internasional, kompetisi itu tidak hanya menjadi agenda pertandingan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan sepak bola mini di kawasan.

Dua agenda tersebut sekaligus memperlihatkan pola kerja yang hendak dibangun KSMI: kompetisi domestik sebagai basis pembinaan dan kompetisi internasional sebagai ruang menguji kemampuan sekaligus memperluas jejaring.

Dari kompetisi menuju ekosistem

Sepak bola mini memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena karakter permainannya relatif fleksibel dan dapat dimainkan di berbagai fasilitas olahraga yang lebih kecil dibandingkan sepak bola lapangan sebelas pemain. Format tersebut juga membuka peluang penyelenggaraan kompetisi di lingkungan sekolah, pesantren, komunitas, hingga daerah.

Namun, pertumbuhan kompetisi tanpa tata kelola yang kuat berisiko menghasilkan kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, KSMI perlu membangun ekosistem yang menghubungkan kompetisi, pembinaan pemain, perangkat pertandingan, pelatih, klub, komunitas, dan promosi olahraga.

Dalam konteks tersebut, perubahan kepengurusan KSMI diarahkan untuk memperkuat organisasi dari dalam sekaligus meningkatkan kualitas kegiatan di lapangan. Pengurus lama dan baru menyatakan kesepakatan untuk membawa KSMI menjadi organisasi yang lebih visioner dalam memajukan sepak bola mini Indonesia.

Baca Juga:  Muba Nyaris Sapu Bersih

Yan mengatakan, orientasi tersebut mencakup penguatan sepak bola mini di dalam negeri sekaligus upaya meningkatkan prestasi Indonesia dalam percaturan Asia dan internasional.

Dengan demikian, agenda KSMI tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Kompetisi diharapkan menjadi bagian dari proses panjang untuk menemukan dan mengembangkan pemain, memperkuat komunitas, serta membangun pengalaman bertanding yang dapat menjadi modal menghadapi persaingan internasional.

Dari Jakarta, langkah pertama kepengurusan baru akan diuji melalui Santri Championship pada akhir Oktober. Selanjutnya, panggung Asia pada Januari 2027 akan menjadi kesempatan berikutnya untuk memperlihatkan sejauh mana semangat baru tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi dan prestasi olahraga.

Bagi KSMI, regenerasi kepengurusan akhirnya bukan sekadar persoalan siapa yang mengisi posisi tertentu. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana wajah baru, pengalaman pengurus lama, tata kelola yang lebih transparan, dan agenda kompetisi yang semakin luas dapat disatukan menjadi kekuatan untuk membangun sepak bola mini Indonesia. (imha)

Komentar Anda
Loading...