Perwakilan Maestro Sumsel  Berpatisipasi Dalam Pelatihan Tari Tradisional di Gorontalo

42

BPK  Wilayah VI Sumatera Selatan, yang dipimpin oleh  Kristanto Januari, SS, dengan pendamping  Ajeng Wulandari  mengutus seniman tari tradisi Sumsel, Mirza Indah Dewi, S.Pd dari Dinas Pariwisata Kota Palembang, yang juga Ketua Sanggar Anna Kumari. didampingi  juga oleh seniman tari Melayu, M. Imansyah, yang merupakan Ketua Komite Tari DKP dan Kasta Sumsel, untuk menjadi narasumber dan pelatih tari bagi para penari dari Sanggar Gorontalo yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 Juli 2024 di Provinsi Gorontalo.(BP/ist)

Palembang, BP- Dalam upaya memperkuat dan melestarikan ekosistem budaya Tari Dana-Dana Nusantara, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK)  Wilayah XVII, yang dipimpin oleh   Sri Sugiharta, SS, M.P.A., mengundang para maestro tari dari seluruh Nusantara untuk berpartisipasi dalam sebuah acara penting.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan tari  tradisional  yaitu Dana -Dana Nusantara yang kaya akan nilai budaya kepada generasi muda.

 

BPK  Wilayah VI Sumatera Selatan, yang dipimpin oleh  Kristanto Januari, SS, dengan pendamping  Ajeng Wulandari juga turut berkontribusi dalam acara ini atas rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (sumsel) .

Dalam kesempatan ini, mereka mengutus seniman tari tradisi Sumsel, Mirza Indah Dewi, S.Pd dari Dinas Pariwisata Kota Palembang, yang juga Ketua Sanggar Anna Kumari. didampingi  juga oleh seniman tari Melayu, M. Imansyah, yang merupakan Ketua Komite Tari DKP dan Kasta Sumsel, untuk menjadi narasumber dan pelatih tari bagi para penari dari Sanggar Gorontalo.

Baca Juga:  Rumah Panggung di Gandus Palembang Dibakar Pemiliknya

Acara pelatihan ini sudah berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 Juli 2024 di Provinsi Gorontalo.

 

Tujuan diselenggarakan acara ini menurut Ketua Pelaksana Alland Ferdinand ambo ST. M.Si.adalah sebagai upaya publikasi bahwa ada di Indonesia mempunyai ragam budaya terutama Tari Bedana Atau Zafin.

Materi tari yang diajarkan adalah Tari Bedana Pengantin, yang merupakan tari tradisi pergaulan yang telah ada sejak masuknya Islam ke Susel melalui pedagang Persia dan Arab.

Tari ini telah berakulturasi dengan budaya setempat dan sering ditarikan dalam acara Ngarak Pacar pada upacara adat perkawinan di Palembang, Sumatera Selatan.Mirza Indah Dewi berharap kedepan nya  Tari Dana Pengantin akan sering ditarikan oleh  sanggar Tari se Sumsel  bila ada event kesenian  dan juga bisa ditarikan di acara – acara resepsi pernikahan, lagu Bedana pengantin juga telah diarrasement ulang atas ide kreatif Mirza   didukung oleh arranger Kiagus   Ipul dan vocalis Supratiwi agar lebih dinamis dan mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan akar tradisi nya

Baca Juga:  Komitmen Polda Sumsel Berantas Narkoba Hingga Keakarnya

Para penari merupakan perwakilan Sanggar Gorontalo, yaitu  Molutulo, telah mempelajari tari ini dengan harapan dapat melestarikan dan meneruskan warisan budaya yang berharga ini kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antar seniman dari berbagai daerah, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya tari tradisional di Indonesia.

“Dengan adanya work shop ini diharapkan para penari dapat mengembangkan keterampilan mereka dan memperkaya pengetahuan tentang tari tradisional, sehingga budaya tari Dana-Dana Nusantara dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat ujar,” Mirza.

Baca Juga:  Pembunuh Dodi Dj Ditangkap

“Kami sangat bersyukur bisa hadir dan berkumpul bersama maestro dari berbagai daerah. Ini bukan hanya tentang menari, tetapi tentang merawat warisan budaya yang hidup dari generasi ke generasi,” tambah M. Imansyah Minggu (27/7/2025).

Menurutnya momen langka seperti ini layak dijadikan agenda tahunan agar para seniman memiliki ruang tetap untuk berdialog, berbagi, dan tumbuh bersama. Ia juga berharap dukungan konkret dari Kementerian terkait, agar program semacam ini bisa berjalan ldan berkelanjutan.

“Kami para pelaku seni terkadang kesulitan dalam hal pembiayaan dan fasilitasi. Kalau kegiatan seperti ini didukung kementerian, dampaknya akan jauh lebih besar bagi pelestarian budaya bangsa,”katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...