Pemuda Muhamamdiyah Nilai  Pernyataan Zulhas Adalah Kelakar, Proses Pendewasaan Beragama dan Berpolitik

28
Fajar Febriansyah selaku Ketua Bidang Ekonomi PP Pemuda Muhamamdiyah (BP/IST)

Palembang, BP – Pimpinan Pusat Pemuda Muhamamdiyah menilai bahwa yang disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Kota Semarang, Jawa Tengah adalah Kelakar dan itu proses pendewasaan beragama dan politik.

“Kami memilih diksi diskursus bukan konflik karena sejatinya perlu dilihat dengan sudut pandangan yang beragam sekaligus sebagai proses pendewasaan beragama dan bepolitik,”kata Fajar Febriansyah selaku Ketua Bidang Ekonomi PP Pemuda Muhamamdiyah, Kamis (21/12).

Dilanjutkan Fajar Febriansyah dskursus ini dapat dipahami dengan merujuk beberapa pandangan dibawah ini.

Baca Juga:  Kabiro Minta Staf AKD Kuasai Penulisan Rilis

Yang pertama perlu kiranya kita melihat diskursus ini dari bebagai perspektif, jangan hanya dari satu sisi lalu disimpulkan menurut pandangan masing-masing. Tidak bisa lansung dikaitkan dengan agenda politik karena ini disampaikan pada  APPSI di Kota Semarang.

Yang kedua bahwa apa yang disampaikan oleh Zulkifli Hasan pada kesempatan tersebut sepenuhnya menceritakan pengalaman yang dijumpainya dalam masyarakat lalu diungkapkan dalam sambutannya.

Ke tiga Dalam hal menyampaikan apa yang didengarnya dilapangan tidak bisa serta merta itu dianggap pendapat atau pandangannya pribadi apa lagi dikaitkan dengan diksi delik penistaan agama.

Baca Juga:  Samosir Lake Toba Jadi Primadona di Gold Coast Airport Marathon 2016

Ke empat untuk dapat dikatakan memenuhi delik penistaan agama terlebih dahulu harus mengkaji dan merujuk pada ketentuan dan pegaturannya yang terdapat dalam Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan di KUHP lainnya.

Terakhir Berdasarkan seperangkat aturan apa yang disampaikan oleh Zulhas sebagai kelakar tersebut tidak lah dapat dikatagorikan sebagai upaya penistaan agama karena sama sekali tidak ada motif mempengaruhi, menggerakkan masyarakat, menghasut/mengadu domba dengan tujuan menimbulkan kebencian, dan/atau permusuhan atas dasar SARA.

Baca Juga:  Gubernur Dampingi Panglima TNI Kunker ke Sumsel

“Pemuda Muhamamdiyah menghimbau segenap anak bangsa untuk tidak menjadikan ini sebagai polemik yang dapat berujung pada kegaduhan dan mengusik rasapersaudaraan, terlebih jika diskursus ini ditarik keranah politik dan Pilpres. Kita tentu sebagai bangsa yang memilki nilai keluhuran yang tinggi dan keadaban,” katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk  maknai ini sebagai proses pendewasaan dalam beragama dan berpolitik yang rahmatan lil’alamin.#udi

Komentar Anda
Loading...