IKA FH UMP Periode  2023- 2027 Dikukuhkan  

38
Dengan mengangkat tema Menuju organisasi alumni yang profesional,Kuat dan Berkarakter yang sejalan dengan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah  IKA Fakultas Hukum (FH)  Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)  Periode 2023-2027 resmi dikukuhkan oleh IKA UMP Sabtu (9/12) Bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang. (BP/udi)

Palembang, BP- Dengan mengangkat tema Menuju organisasi alumni yang profesional,Kuat dan Berkarakter yang sejalan dengan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah, Ikatan  Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH)  Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)  Periode 2023-2027 resmi dikukuhkan oleh IKA UMP Sabtu (9/12) Bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (IKA FH UMP), Muhammad Ariffudin, menyoroti sejarah perjalanan IKA FH UMP. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, organisasi alumni ini telah berkumpul beberapa kali di Jakarta, membicarakan berbagai hal terkait alumni Fakultas Hukum. Dalam pertemuan tersebut, disadari bahwa banyak alumni yang telah sukses dan meniti karier di berbagai sektor, namun belum memiliki wadah yang definitif.
“Selama ini, kita memiliki ketua alumni, namun belum dikelola secara profesional. Tidak ada periodisasi yang pasti dan struktur kepengurusan yang jelas,” ujar Ariffudin.
Menyadari pentingnya wadah yang baik bagi alumni, Ariffudin bersama teman-teman berhasil menggagas pembentukan kepengurusan baru. Pemilihan dan pembentukan kepengurusan dilaksanakan dengan sukses, menciptakan harapan baru bagi para alumni.
“Acara pengukuhan ini bukan akhir dari euforia, melainkan awal dari perjalanan baru kita. Alumni harus dikelola dengan baik, menjadi wadah saling tolong-menolong, dan berimplikasi positif pada aktivitas akademika serta menjadi cermin dari nilai-nilai Muhammadiyah,” tambahnya.
Ariffudin menegaskan bahwa tujuan ke depan adalah menuju organisasi alumni yang profesional, kuat, dan berkarakter. Ia menggarisbawahi pentingnya keselarasan dengan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam.
“Kita memiliki ciri khas yang berbeda dengan alumni perguruan tinggi lain di bawah Muhammadiyah. Kita harus sejalan dengan visi dan misi persyarikatan, serta mengelola organisasi secara profesional untuk mewujudkan tujuan tersebut,” tegasnya.
Ariffudin menyampaikan  kepada PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Sumsel, bahwa IKA FH UMP kini telah memiliki sekretariat definitif di Palembang. Ini menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran program kerja dan mewujudkan visi misi organisasi.
Ariffudin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, baik dalam pengurus maupun di luar pengurus. Ia berharap adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh alumni untuk menjadikan IKA FH UMP sebagai wadah yang kuat, berkarakter, dan bermanfaat bagi semua anggotanya.
Sementara itu Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Palembang (IKA UMP), Yudha Mahrom, mengucapkan terima kasih kepada para pejabat dan tokoh yang hadir, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Alumni Universitas Muhammadiyah yang sedang melaksanakan ibadah umroh.
Selain itu, Yudha Mahrom juga menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus IKA UMP, termasuk dewan pertimbangan dan penasehat. Ia menyoroti kehadiran tokoh-tokoh senior, seperti mantan ketua DPRD Kota Palembang, Kak Iwan, dan berbagai tokoh sukses di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, ia merasa bersyukur atas banyaknya barokah dan silaturahim yang terjalin. Yudha Mahrom berharap kesuksesan ini dapat menjadi contoh bagi keluarga alumni di tingkat fakultas lainnya, termasuk fakultas ekonomi, teknik, pertanian, perguruan dan ilmu pendidikan, agama Islam, kedokteran, dan fakultas-fakultas lain yang baru.
Selamat dan sukses untuk Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Palembang, semoga semakin memperkuat persaudaraan di antara alumni universitas tersebut.
 Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin, menyampaikan apresiasi kepada panitia pengurus terpilih dan semua yang turut serta dalam menyatukan hati dalam peristiwa sebesar ini. Dengan tema yang dipilih, ia merujuk pada semangat assabiqunal awwalun, perintis dengan segala kesulitan dan tantangan.
Ketua Ridwan Hayatuddin juga menyoroti kehebatan Fakultas Hukum sebagai bagian integral dari kesuksesan Muhammadiyah. Ia membangkitkan semangat alumni yang telah berhasil dan berharap agar mereka dapat berkontribusi lebih jauh, tidak hanya sebagai kader perserikatan atau kader Umar, tetapi juga sebagai kader bangsa di Legislatif dan Eksekutif.
 Ridwan Hayatuddin mengingatkan pentingnya tolong-menolong dan berbondong-bondong membangun Sumatera Selatan. Ia menegaskan karakter Muhammadiyah yang terbuka, bersahabat, dan menawarkan pemikiran bahwa Muhammadiyah adalah pahlawan nasional yang patut diakui dalam sejarah Indonesia.
 Asisten III Provinsi Sumsel Profesor Edward Juliarta mewakili Pj Gubernur Sumsel yang berhalangan hadir karena berbagai kegiatan penting. Pj Gubernur menyampaikan salam untuk kita semua, terutama para senior dan sahabat beliau di Muhammadiyah.
Dia berbagi pengalaman pribadi, berhutang budi pada Muhammadiyah karena orang tua beliau bertemu di sini. Selain itu, mengakui Muhammadiyah sebagai perserikatan kaya dan eksis di Indonesia. Edward juga menyoroti kontribusi besar Muhammadiyah dalam pendidikan, contohnya di Universitas Muhammadiyah Malang yang beliau sebut sebagai yang terbesar di Indonesia.
Edward menekankan pentingnya dewan penasehat, Ikatan Keluarga Alumni, dan jaringan profesional dalam Muhammadiyah. Beliau menyatakan bahwa Muhammadiyah memiliki filter cinta pertama, diwakili oleh orang-orang profesional dan karakter yang berjalan dengan cita-cita besar. Keilmuan menjadi ciri khas Muhammadiyah, dan Pj Gubernur merasa bangga menjadi bagian dari aktivitas ini.
Tentang istilah “mantan,” Edward menyampaikan bahwa sebaiknya disebut “Ikatan Alumni Muhammadiyah” agar tetap terhubung dengan semangat dan nilai-nilai perserikatan. Terima kasih atas perhatiannya, semoga kita terus berkontribusi untuk Muhammadiyah yang lebih baik.” katanya.#udi
Baca Juga:  AW Noviadi: Golkar Itu Cinta Pertama Saya!
Komentar Anda
Loading...