Karhutlabun di OKI  dan OI Dipantau Kapolda Sumsel

38

Memasuki musim kemarau tahun 2023 dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dan Perkebunan (Karhutlabun), Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol A.Rachmad Wibowo SIK Didampingi Kapolres Ogan Ilir AKBP H Andi Baso Rahman, S.H., S.I.K., M.Si.,Kapolres OKI AKBP Diliyanto SIK MH dan PJU Polda Sumsel  monitoring Posko Siaga dan cek lokasi Karhutlabun wilayah Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (23/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Memasuki musim kemarau tahun 2023 dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dan Perkebunan (Karhutlabun), Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol A.Rachmad Wibowo SIK Didampingi Kapolres Ogan Ilir AKBP H Andi Baso Rahman, S.H., S.I.K., M.Si.,Kapolres OKI AKBP Diliyanto SIK MH dan PJU Polda Sumsel  monitoring Posko Siaga dan cek lokasi Karhutlabun wilayah Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (23/9).

 

” Kesiagaan dilakukan dengan membuka beberapà posko siaga bencana Karhutlabun di setiap Polres  Jajaran,” kata Kapolda.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan awal musim kemarau tahun 2023 terjadi mulai bulan April kemaren hingga beberapa bulan yang akan datang  , dengan puncak kemarau terjadi kedepannya .

Baca Juga:  Pria Pembakar Rumah di Lorong Roda Palembang Ditangkap Polrestabes Palembang

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan  tersebut, saat ini Kapolda Sumsel didampingi Kapolres Ogan Ilir dan Kapolres OKI  monitoring  posko siaga Karhutla di wilayah hukum Polres Ogan Ilir dan Polres OKI Selain itu, sebagai langkah antisipasi Karhutlabun  dan kesiapan Polres Ogan Ilir dan Polres OKI  dalam melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah hukumnya

Baca Juga:  Melawan Kerusakan Lingkungan Lewat Puisi

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM  menambahkan monitoring  Posko Ops Stop Karhutlah oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol A.Rachmad Wibowo di Posko Karhutla  Indralaya Ogan Ilir dan wilayah Polres OKI  mengungkapkan, bahwa hingga kini, pihaknya terus siap siaga di setiap titik hotspot di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten  Ogan komering Ilir .

“Namun, demikian titik hotspot ditemukan saat puncak musim kemarau sekarang ini sangatlah mudah namun untuk mengatasinya perlu kerjasama antara instansi terkait dan masyarakat  Menurut BMKG, panas di tahun ini akan lebih panas 4 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya, karena kita memasuki siklus 4 tahunan. Jadi, menurut prediksi itu, kita panasnya mirip dengan tahun 2019. “Ujar Alumni Akpol 91

Baca Juga:  Drakor Baru Delivery Man', Kisah Sopir Taksi Berpenumpang Hantu

Supriadi  mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta perkebunan  Pasalnya, pelaku pembakar hutan dan lahan dapat dipidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu maksimal 12 tahun penjara dan denda 50 juta hingga 10 miliar rupiah.

“Mari kita jaga lingkungan dan udara sumsel dari polusi dan asap,”  tandasnya.#udi

Komentar Anda
Loading...