Palembang BP- Warga dan para pengendara yang melintas di kawasan Jalan Lingkar Selatan Jakabaring, Kabupaten Banyuasin, belakangan ini dibuat resah dengan kondisi jalan yang dipenuhi genangan air dan lubang menganga yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.Genangan air tersebut terlihat cukup parah di titik jalan yang berada tak jauh dari kawasan perumahan elit Royal Grande, Jalan Lingkar Selatan Jakabaring.
Air yang menggenang bahkan dilaporkan tidak kunjung surut selama beberapa hari terakhir, terutama setelah hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kondisi ini membuat para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus ekstra berhati-hati saat melintas.
Selain genangan air yang menutupi badan jalan, terdapat pula lubang cukup dalam yang nyaris tak terlihat karena tertutup air keruh.
Situasi tersebut semakin membahayakan terutama bagi pengendara sepeda motor. Tak sedikit pengendara yang terjebak di tengah genangan hingga kendaraannya mogok akibat mesin kemasukan air.
Pantauan warga sekitar, kondisi jalan semakin memprihatinkan saat hujan turun.
Tinggi air meningkat drastis hingga menutupi sebagian besar badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas melambat dan memicu antrean kendaraan di jam-jam sibuk.
Seorang warga sekitar bernama Eko mengungkapkan, genangan air yang kini terjadi diduga mulai muncul sejak adanya aktivitas penimbunan tanah di sekitar lokasi tersebut.
“Sejak ada timbunan di sisi jalan itu, air hujan jadi tidak bisa mengalir. Titik jalan yang rendah ini akhirnya terus tergenang,” kata Eko, Minggu ( 24/5/2026).
Menurutnya, kondisi diperparah karena di sisi kiri dan kanan jalan tidak tersedia drainase atau saluran pembuangan air yang memadai.
Akibatnya, air hujan hanya mengendap di badan jalan tanpa memiliki jalur pembuangan.
Ia mengatakan, genangan air yang terus terjadi bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, namun juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kalau malam hari lebih bahaya lagi, karena lubang di jalan tidak terlihat. Pengendara bisa jatuh sewaktu-waktu,” katanya.
Warga pun berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan dan normalisasi drainase di kawasan tersebut.
Sebab, Jalan Lingkar Selatan Jakabaring merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat setiap harinya.
Selain menjadi akses utama menuju kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, jalan tersebut juga kerap dilalui kendaraan bertonase besar.
Jika kondisi jalan dibiarkan rusak dan tergenang dalam waktu lama, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas.
Eko menilai, hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait meski keluhan warga sudah berulang kali disampaikan.
“Kami khawatir kalau terus dibiarkan bisa memakan korban jiwa. Jangan sampai harus ada kecelakaan fatal dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengambil langkah cepat, mulai dari memperbaiki badan jalan yang rusak, menutup lubang menganga, hingga membangun saluran drainase agar genangan air tidak lagi menjadi ancaman bagi pengguna jalan.#udi