Aleg PKS: Hentikan Rencana Impor Beras!

270

JAKARTA, BP – Pemerintah Indonesia berencana kembali mengimpor beras. Niat pemerintah ini menuai protes dari anggota legislatif (Aleg)  PKS di Komisi VI DPR RI, yang meminta pemerintah berhenti mengimpor beras.

 

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty di laman Fraksi PKS, Senin (20/03/2023).  Saadiah meminta pemerintah meninjau ulang rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton, seperti  yang disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

 

“Berhenti grasa-grusu  membuka kran import beras. Jangan mengambil Langkah sepihak tanpa menimbang banyak aspek,” kata Saadiah di Jakarta.

 

Ia  tegas menolak keinginan  pemerintah mengimpor beras saat memasuki panen raya. “Impor beras mesti ditolak tegas. Panen raya akan memasuki bulan Maret April hingga Mei 2023. Rencana impor saat panen raya mencekik leher petani. Cukup ironi”,  ucap Anggota Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku ini.

Baca Juga:  Inilah 6 Rapenda Usulan Gubernur  Sumsel yang Masuk Propemperda

 

Saadiah mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Pertanian dan BPS stok beras nasional sedang surplus 1,7 juta ton. Tahun ini ada survei cadangan beras yang juga dilakukan BPS, stok beras di akhir Juni 9,71 juta ton.

 

Saadiah memaparkan, mengacu data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS mencatat produksi beras Januari-April 2023 sebesar 13,79 juta ton, naik 0,56 persen dibanding periode yang sama 2022.

Baca Juga:  Anies Makan Bareng 3 Partai, Sekjen Demokrat: "Alhamdulillah Kami Semakin Solid"

 

Produksi beras pada Mei sampai Desember 2023 pun diperkirakan cukup tinggi dengan mengacu tren produksi beras di tahun-tahun sebelumnya, misalnya 2022.

 

Lalu, pada Mei 2022, produksi beras sebesar 2,38 juta ton, Juni 2,51 juta ton, Juli 2,71 juta ton, Agustus 2,35 juta ton, September 2,50 juta ton, Oktober 2,38 juta ton, November 1,88 juta ton dan Desember 1,11 juta ton.

 

“Panen Raya tahun 2023 hingga April menghasilkan produksi gabah atau beras yang tinggi sehingga Indonesia akan mengalami surplus. Maka tidak ada alasan import dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua Bappilu Partai Gerindra Sumsel Sapa Pengurus PAC dan Ranting di Prabumulih

 

Lebih lanjut diterangkannya, jika ada upaya untuk melakukan analisis data untuk menggiring opini bahwa terjadi defisit beras. “Tujuan penggiringan data defisit ini maksudnya jelas, biar niat pemerintah untuk impor semakin kencang,” ia menyesalkan.

 

Saadiah meminta pemerintah berdiri bersama petani beras. Tidak membuat perkiraan dan asumsi – asumsi kondisi akhir 2023 yang mendorong impor karena dapat ‘melukai’ para petani.

 

“Berdirilah bersama petani. Petani kita sedang bekerja berdarah- darah  mendukung produksi beras di negara ini. Membuat opini impor  hanya akan melukai petani kita. Hentikan wacana import tersebut,” Saadiah menegaskan.#gus

Komentar Anda
Loading...