Bambang Utoyo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Diusulkan PW NU Sumsel

Palembang,BP- Rapat konsultasi dan penyerahan berkas usulan gelar kepahlawanan Jenderal TNI (Purn) Bambang Utoyo yang diusulkan oleh PW NU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di ruang Dempo Hotel Swarnadwipa , Palembang, Jumat (24/4/2026).
Hadir diantaranya Ketua tim pengusul gelar kepahlawanan jendral TNI (Purn) Bambang Utoyo Kemas Khoirul Mukhlis dan jajaran, Ketua PW NU Sumsel KH Hendra Zainuddin Qodiri, putra Jenderal TN (Purn) Bambang Utoyo , Ir H Indra Bambang Utoyo SE, Kabintaljarahdam II/Swj. Kolonel Inf Fauzan Taher, S.Ag, Staf khusus Gubernur Sumsel Bidang Sosial, Drs. M Zuhdi, M.Si, Kabid Pemberdayaan dan Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial Sumsel Nur Aini, Perwakilan Dinas Sosial Kota Palembang Umi, perwakilan TP2GD kota Palembang dan Provinsi , akademisi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof. Dr. Farida R Wargadalem, M.Si, Dr Syafruddin Yusuf Phd, Dr Dedi Irwanto MA, akademisi UIN Raden Fatah Dr. Kemas Abdul Rachman Panji, S.Pd., M.Si, budayawan Palembang Vebri Al Lintani, , Merry Hamraeny, S Pd, MM , Jenny Akmal .
Ketua tim pengusul gelar kepahlawanan jendral TNI (Purn) Bambang Utoyo Kemas Khoirul Mukhlis menjelaskan bahwa pengajuan ini merupakan bagian dari proses panjang yang telah dimulai sejak tahun lalu. Ia menyebut, Sumatera Selatan masih tergolong minim dalam jumlah Pahlawan Nasional.
“Sejak tahun 1984, Sumsel baru memiliki satu Pahlawan Nasional, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II. Kemudian pada 2007 bertambah satu lagi.yaitu Dr Ak Gani Artinya, dalam rentang puluhan tahun, jumlahnya masih sangat terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini berkas usulan Bambang Utoyo telah disusun secara maksimal oleh tim dan siap diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Sosial untuk proses verifikasi lebih lanjut oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
“Kami menyadari kemungkinan masih ada kekurangan. Karena itu, kami siap melengkapi data tambahan sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Kabintaljarahdam II/Swj. Kolonel Inf Fauzan Taher, S.Ag, menyampaikan dukungan penuh dari Kodam II/Sriwijaya terhadap usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa sosok Bambang Utoyo telah diakui dalam sejarah militer Indonesia.
“Nama beliau sudah diabadikan dalam lingkungan Kodam II/Sriwijaya, termasuk menjadi nama salah satu gedung. Ini menunjukkan bahwa beliau merupakan tokoh penting, baik di tingkat regional maupun nasional,” jelasnya.
Menurut Fauzan, pengusulan gelar Pahlawan Nasional ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat pemahaman sejarah dan menanamkan nilai perjuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Sumatera Selatan.
Ia berharap seluruh proses pengajuan dapat berjalan lancar hingga tahap penetapan.
“Kami berharap apa yang telah diupayakan bersama ini dapat membuahkan hasil, sehingga beliau dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” pungkasnya.
Staf khusus Gubernur Sumsel Bidang Sosial, Drs. M Zuhdi, M.Si,, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan dukungan penuh terhadap usulan tersebut.
Ia mengapresiasi langkah yang diinisiasi PWNU Sumsel dalam mendorong pengakuan negara terhadap jasa dan perjuangan Bambang Utoyo.
“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh proses pengusulan ini, baik secara administratif maupun secara moral,” ujarnya.
Zuhdi juga menambahkan bahwa sosok Bambang Utoyo memiliki rekam jejak perjuangan yang dikenal luas, termasuk melalui cerita-cerita sejarah yang diwariskan secara lisan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh proses yang sedang berjalan dapat dimudahkan hingga tahap penetapan.
“Mudah-mudahan apa yang kita ikhtiarkan ini menjadi amal kebaikan dan mendapatkan hasil terbaik,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainuddin Qodiri menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal proses pengusulan tersebut hingga tuntas.
Ia mengapresiasi soliditas tim pengusul yang dinilai telah bekerja secara maksimal dalam menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan.
“Tim ini bekerja sangat baik dan saling melengkapi. Ini adalah ikhtiar bersama yang kita harapkan menjadi bagian dari sejarah kebaikan untuk Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Menurut Hendra, selain langkah administratif, pihaknya juga akan memperkuat dukungan melalui pendekatan spiritual. PWNU Sumsel berencana menggelar doa bersama dan istiqosah kubro guna memohon kelancaran proses pengusulan.
“Tanpa doa, ikhtiar kita tidak akan sempurna. Karena itu, kami akan menggelar istiqosah sebagai bentuk harapan agar Allah meridhai langkah ini,” jelasnya.
Selain itu, PWNU juga akan menggalang dukungan moral dari para ulama, kiai, serta jaringan organisasi di bawah naungannya, termasuk pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk legitimasi sosial.
PWNU Sumsel juga menargetkan akan melakukan audiensi dengan Kementerian Sosial RI untuk menyampaikan langsung usulan tersebut.
Langkah ini dinilai penting mengingat dalam beberapa tahun terakhir Sumatera Selatan relatif minim mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
“Kami berharap usulan ini dapat menjadi momentum agar Sumatera Selatan kembali mendapatkan Pahlawan Nasional,” kata Hendra.
Sedangkan putra Jenderal TN (Purn) Bambang Utoyo , Ir H Indra Bambang Utoyo SE mengapresiasi dukungan PW NU Sumsel untuk menjadikan ayahnya menjadi pahlawan nasional.
“ Kami dari keluarga sangat berharap kiranya usulan dari PW NU Sumsel diterima pemerintah kota melalui TP2GD Palembang dan selanjutnya di terima Sumsel melalui TP2GD Sumsel untuk diteruskan oleh Pemprov Sumsel dan selanjutnya diusulkan ke Pemerintah Pusat, untuk hal ini kami ucapkan terima kasih sebesarnya semua pihak,”katanya.
Untuk itu dia bersama organisasi lainnya ikut mengawal usulan ini ke pusat.
Selanjutnya acara dilanjutkan diskusi dan penyerahan dan penyerahan berkas usulan gelar kepahlawanan Jenderal TNI (Purn) Bambang Utoyo kepada pihak terkait.#udi