Pembangunan Fly Over Angkatan 66 Sempat Tiga Kali Gagal Lelang

Palembang, BP- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho mengaku rencana pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66 sempat terpending tiga kali lantaran belum tuntasnya soal pembebasan lahan. Sehingga menyebabkan tiga kali gagal lelang.
“Karena kota tidak ada anggarannya, sayang khan , karena manfaat Fly Over itu untuk mengurai kemacetan di titik itu, takutnya nanti tahun depan Fly Over itu tidak ada dianggarkan lagi oleh pusat, karena sudah berapa kali dianggarkan provinsi tidak tanggap, maka dari itulah kita berdiskusi sayang kalau dana ini akan luncur lagi dananya, pusat sudah akan bangunnya tapi kewenangan lahannya ada di daerah,” katanya, Minggu (17/10).
Karena itulah Pemkot Palembang menurut politisi Partai Demokrat ini,meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
“ Provinsi sudah bantu tapi ternyata Pemkot Palembang masih kurang dana lagi, kabarnya Pemkot defisit, oleh karena kurang Rp12 miliar , ya asas manfaat kalau kita tidak selesaikan tidak ada lagi, kita tidak tahu kedepan apakah APBN bisa mengcover itu lagi,” katanya.
Sehingga Pemkot Palembang menurutnya kekurangan dana pembebasan lahan Rp12 miliar.
“ Tapi ada yang sudah di bebaskan oleh Pemkot,’ katanya.
Sehingga Pemprov Sumsel sharing Rp68 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66 ditambah Rp12 miliar dari Pemkot Palembang sehingga totalnya Rp80 miliar .
“ Total anggaran pembebasan lahan pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66 lebih kurag Rp80 miliar,” katanya.
Mengenai lelang pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66 menurutnya berdasarkan infomasi Balai Jalan dilakukan tahun ini.
“ Mungkin di bulan 11, jadi mereka sudah bisa action di bulan 10 ini untuk persiapan lelang,” katanya.#osk