Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Seharusnya Bisa Branding Wisata di Palembang

51
Ramlan Holdan (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Kota Palembang yang akan kaya dengan objek wisata hingga kini belum bisa di maksimalkan potensinya guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palembang sendiri.

Menurut Ketua DPW PKB Sumatera Selatan (Sumsel) Ramlan Holdan, Palembang adalah kota jasa dimana destinasi wisata bisa menjadi andalan untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik wisata religi, wisata historis dan wisata  alam.

“ Bahkan nilai wisata ini tinggi tetapi pengelolaannya belum  maksimal, belum layak jual di tingkat dunia, kita masih sekadar ada saja, artinya orang hanya satu hari di Palembang bisa keliling , kenapa tidak kita branding, kalau bisa orang  3 hari tidak selesai mengunjungi wisata di kota Palembang ,” katanya,  Minggu (12/9).

Baca Juga:  AIPI Sumsel 2025–2030 Resmi Dilantik,  Alfitra Salam Dorong Pembenahan Demokrasi di Era AI

Apalagi menurut mantan anggota Komisi IV DPRD Sumsel ini akses wisata di Palembang sangat dekat seperti Sungai Musi yang bisa di branding .

“ Kita juga ada dua kerajaan besar, apalagi kerajaan Sriwijaya, kita mengklaim pusatnya disini tapi kita belum pernah branding kalau pusat Kerajaan Sriwijaya di Palembang, kalau kita jual mana letak dulu kerajaan Sriwijaya pernah ada pusat sekolah biksu sebelum ke Nalanda , India, kita buat, diciptakan,” katanya.

Baca Juga:  Bergabungnya SN Prana Putra Sohe Jadi Kekuatan Baru PKB

Selain itu dia melihat Palembang belum memiliki gedung pusat pertunjukan budaya.

“ Belum lagi  Cheng Ho  pernah ke Palembang, kita belum kita kelola, kita tidak bisa mengandalkan kota sendiri, harus ada singkronisasi  Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota untuk membranding itu,” katanya.

Belum lagi sejarah Islam banyak dikota Palembang seperti makam raja  Palembang yang terbengkalai dan belum dimunculkan.

Baca Juga:  Dua Point di Muscab PKB se Sumsel

“ Perlu ada keberanian dan intervensi kepala daerah untuk itu, “ katanya sembari mengatakan termasuk  mengatasi kekumuhan rumah susun dan menyikapi persoalan Pasar Cinde.

Dia sepakat sudah seharusnya persoalan kebudayaan dan sejarah menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Palembang untuk peningkatan PAD di Palembang.

“ Termasuk keberanian untuk merevitalisasi Benteng Kuto Besak, sekarang tidak bisa layak jual, karena tentara disitu,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...