Banyak Keutamaannya, Perbanyak Amalan ini di Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H

50

Palembang, BP – Umat muslim di seluruh dunia akan merayakan pergantian tahun Hijriah, atau akrab disebut Tahun Baru Islam.

Menurut Kementerian Agama (Kemenag) Pergantian tahun atau datangnya 1 Muharram 1443 H akan jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Bulan Muharram memang menjadi momentum mulia bagi umat Islam, karena menjadi bulan pembuka tahun baru.

Dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah dijelaskan terkait kemuliaan bulan Muharram.

“Bahwa awal Muharram itu adalah tahun barunya seluruh umat Islam. Adapun tanggal 10 Muharram adalah ‘Hari Raya’ yang digunakan untuk bergembira dengan shadaqah,”

Baca Juga:  Izakaya Ninki Restoran Jepang  Kini Hadir di Palembang

“Hari raya ini adalah untuk mensyukuri nikmat Allah, bukan hari raya dengan shalat. Tetap hari raya dengan pakaian rapi dan memberikan makanan kepada para faqir. Sebaiknya orang Islam mengetahui tahun baru Islam.”

Sebagaimana dikutip dari NU Online Keutamaan bulan Muharram sebaiknya diisi dengan berbagai amalan-amalan yang berbobot, sehingga momen tersebut benar-benar bernilai, baik secara individual maupun sosial.

Baca Juga:  UAS Bersama Asatidz-Habaib di Kediaman H Halim Gelar Peringatan Pergantian Tahun Baru Islam 1442 H

Para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram yaitu:

  1. Melakukan shalat
  2. Berpuasa
  3. Menyambung silaturahim
  4. Bersedekah
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadham, sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur, yang berbunyi:

Baca Juga:  Golkar Sumsel Bagikan 500 Paket Daging Kurban Ke Masyarakat

“Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, sholatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata,”

“Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali,”

“Kedua amalan ini hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram, mengingat keutamaannya yang terdapat di dalamnya.” #ric

Komentar Anda
Loading...