Penjelasan WHO Terkait Isu Vaksin Covid-19 Dapat Menyebabkan Kematian

21

Palembang, BP – Baru-baru ini isu yang menyebut vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian sedang hangat diperbincangan di tengah masyarakat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito buka suara terkait isu yang menyebut vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian.

Hal ini sekaligus membantah pernyataan dari seseorang yang mengaku ahli virologi dari Prancis, Luc Montaigner yang mengatakan masyarkat yang telah divaksin Covid-19 akan meninggal dunia dalam waktu 2 tahun.

Baca Juga:  DKI Jakarta Catat 2.858 Kasus Baru, Ini Sebaran 6.091 Kasus Covid-19 di Indonesia

“Soal pernyataan Luc Montagnier yang menyatakan orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun adalah tidak benar. Kutipan itu keliru dikaitkan dalam meme berita palsu yang telah beredar,” ungkap Wiku Adisasmito saat konfrensi pers secara daring, Selasa (03/08).

Selain itu, Wiku juga membantah pernyataan terkait vaksinasi Covid-19 dapat menyebabkan varian baru muncul.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel Tegaskan Transparansi Penyaluran Bonus Rp22 Miliar untuk Atlet dan Pelatih PEPARNAS

Ia mengatakan sebagaimana dijelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bila vaksinasi Covid-19 tidak dapat menyebabkan Covid-19 bermutasi jadi varian baru, proses mutasi terjadi saat virus memperbanyak diri pada inang hidup.

“Pada vaksin, virus yang digunakan sudah dimatikan, jadi virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh,” jelasnya.

Baca Juga:  Kesadaran Warga Terapkan Prokes Masih Rendah, Satgas Diturunkan

Selanjutnya Wiku meminta kepada masyarakat untuk benar-benar selektif dan bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi.

Terlebih terkait banyaknya kabar tidak benar atau hoaks terkait penyebaran Covid-19 dan juga vaksinasi.

“Hoaks dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanggulangan pandemi yang dilakukan pemerintah dan bersama masyarakat,” pungkasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...