Palembang,BP- Sebagai salah satu kilang minyak tertua di Indonesia yang hingga kini masih aktif beroperasi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju terus beradaptasi menghadapi dinamika dan kompleksitas operasional. Di tengah tuntutan tersebut, pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam memastikan proses bisnis berjalan aman, andal, dan berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian PT Pelindo Regional 2 Palembang. Melalui agenda Implementasi Sistem Manajemen Risiko, ISO 45001, dan ISO 14001 di Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Pelindo Regional 2 Palembang berkesempatan bertukar pengetahuan sekaligus menggali penerapan sistem manajemen yang mendukung pengelolaan risiko, keselamatan kerja, dan aspek lingkungan di Kilang Plaju.
Area Manager Risk Management PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Indra Gunawan, mengatakan bahwa pengelolaan risiko di lingkungan kilang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis, mengingat karakteristik operasional yang kompleks dan memiliki berbagai potensi risiko.
“Pengelolaan risiko bukan hanya bagaimana kita merespons risiko yang muncul, tetapi juga bagaimana kita mengenali dan mengantisipasinya sejak awal. Karena itu, berbagi pengalaman dengan sesama BUMN menjadi kesempatan yang baik untuk saling belajar dan memperkuat praktik yang sudah berjalan,” ujar Indra.
Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai implementasi sistem manajemen risiko serta penerapan ISO 31000, ISO 45001 dan ISO 14001 yang mendukung pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja serta aspek lingkungan dalam kegiatan operasional.
Manager Kepatuhan Bisnis PT Pelindo Regional 2 Palembang, Iwan Sanjaya, menyampaikan bahwa kesempatan berbagi pengalaman dengan Kilang Plaju memberikan perspektif baru bagi Pelindo, khususnya dalam melihat penerapan pengelolaan risiko pada lingkungan bisnis dengan karakteristik operasional yang berbeda.
“Kami melihat banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman Kilang Plaju dalam mengelola risiko. Pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi bagian dari sinergi antarsesama BUMN untuk memperkuat tata kelola dan terus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko di masing-masing perusahaan,” kata Iwan.
Kolaborasi ini menjadi wujud semangat sinergi antarsesama BUMN di bawah ekosistem Danantara, dengan menjadikan pengalaman dan pengetahuan sebagai modal bersama untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, keselamatan, dan keberlanjutan bisnis.#udi