Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu Tuduh Naftali Bennet Ubah Israel Menjadi Negara ‘Protektorat’ AS

14

Palembang, BP – Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah dan menuduh pemerintahan baru Israel di bawah Naftali Bennett menjadikan telah merubah Israel menjadi negara itu ‘protektorat’ Amerika Serikat.

Protektorat dimaksud memiliki arti tanah atau negara yang berada di bawah perlindungan negara lain.

Kemarahan Netanyahu disulut oleh keputusan Naftali Bennett untuk menyepakati hubungan yang disebut “no suprise, no daylight” dengan Washington.

Kebijakan itu lantas akan membuat AS dan Israel berkoordinasi dan memperbarui rencana-rencana tertentu.

Baca Juga:  Timnas dan PSSI Sepakat Kualifikasi Piala Asia U-17 Tanpa Penonton

Seperti dilangsir dari RT News, menurut Benjamin Netanyahu, Israel telah menyerahkan kemerdekaannya kepada Amerika Serikat, yang dia anggap hal itu dapat mengikat Tel Aviv.

“Pemerintahan yang dipimpin oleh PM Naftali Bennett telah mengubah kami menjadi semacam protektorat dengan tugas untuk melapor,” kata Benjamin Netanyahu, Rabu (04/08).

Sebelumnya, media Israel menyebutkan bahwa Menlu Israel Yair Lapid menyetujui kebijakan “no suprise” dengan Menlu AS Anthony Blinken pada pertengahan Juni lalu.

Baca Juga:  Leicester Lolos dari Zona Degradasi Usai Tahan Imbang Everton 2-2

Hal tersebut membuat Benjamin Netanyahu menuduh Yair Lapid menjanjikan AS untuk memberi tahu Washington sebelum melakukan operasi apapun yang dilakukan Israel terhadap Iran. Namun, hal itu mendapat bantahan dari Yair Lapid.

“Jika kita tidak memiliki kemerdekaan dalam masalah ini, kita berarti tidak memiliki kemerdekaan sama sekali,” kata Benjamin Netanyahu.

“Adalah masalah eksistensial bagi Israel, di mana mungkin ada kejutan dan terkadang kejutan diperlukan,” sambungnya.

Baca Juga:  Perdana Menteri Malaysia Akan Mengundurkan Diri

Selain itu, mantan PM Israel itu merasa khawatir dengan pemerintah AS di bawah Joe Biden yang berpotensi membocorkan informasi sensitif kepada publik, seperti rencana operasi Israel, jika Tel Aviv harus lapor lebih dulu ke Washington.

“Informasi yang dikirim ke Amerika dapat bocor ke media utama dan dengan cara ini operasi Israel akan digagalkan,” tandasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...