Satu Dari Sembilan Daerah Zona Merah RI Belanja Kesehatannya Rendah Ada di Sumsel

27

Palembang, BP – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati miris masih banyak daerah yang belanja anggaran kesehatannya rendah meski masuk dalam kategori zona merah Covid-19.

Ia mencatat realisasi Dana Alokasi Umum/Dana Bagi Hasil (DAU/DBH) khusus penanganan kesehatan sebesar 8 persen pada pemerintah daerah (Pemda) dengan status covid-19 tinggi masih di angka 7,5 persen.

Bahkan ada 9 daerah yang belum menggunakan dana dari pemerintah pusat tersebut

Baca Juga:  Pengungkapan Kasus 3C di Sumsel Menurun

“Kalau kita lihat ironisnya pada saat mereka menghadapi zona merah, tapi belanja dari TKDD atau APBD-nya, DAU/DBH untuk penanganan covid ternyata belum meningkat,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional XIII Apkasi Minggu (20/6).

Menurut Sri Mulyani, Padahal daerah sangat membutuhkan sumber daya untuk penanganan Covid-19 baik itu testing, tracing dan isolating, biaya tenaga kesehatan atau untuk biaya operasi kesehatan.

“Saya mohon untuk seluruh pimpinan dalam hal ini bupati yang ada di Apkasi untuk melihat karena kalau kita tidak mampu menangani covid-19 berarti kita tidak akan mampu memulihkan ekonomi nasional kita atau ekonomi di daerah Anda,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tim DVI RS Bhayangkara Palembang Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Rute Jakarta – Pontianak

Data belanja DAU/DBH khusus penanganan covid-19 di 29 daerah zona merah, per 19 Juni 2021, menunjukan realisasi baru mencapai Rp146,9 miliar dari anggaran Rp1,94 triliun.

Dari 29 daerah tersebut, 9 daerah yang belum merealisasikan sama sekali belanja DAU/DBH untuk penanganan kesehatan di antaranya Kabupaten Pidie, Kabupaten Banda Aceh, Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pekan Baru, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Kudus, serta Kabupaten Bintan.

Baca Juga:  Tim Advokasi DPP PKS Nilai KPU Sumsel Lakukan Kebohongan Publik

“Kalau covid-19 makin melonjak pasti ekonomi di daerah juga mengalami tekanan yang luar biasa dampaknya,” ujar Sri Mulyani. #rid

Komentar Anda
Loading...