Mengenal Aksara Ka Ga Nga Tanduk Kerbau di Marga Empat Suku Negeri Agung

363

Disini menurutnya, kondisi prasasti masih bagus  walaupun ada beberapa bagian terkikis. (Prasasti Ulu Tanduk Kerbau, DR Wahyu Rizky Andhifani S.S, M.M).

“Sedang lempengan tembaga masa Kesultanan Palembang belum dapat kami temui karena sang pemilik atau yang menyimpannya belum dapat kami temui,” katanya.

Dengan adanya temuan nisan kuno berukir dan prasasti tanduk kerbau di desa Ulak Pandan Marga Empat Suku Negeri Agung membuktikan bahwa daerah ini di masa lalu telah mempunyai nilai-nilai peradaban yang tinggi karena kedua benda tersebut bernilai budaya tinggi dan tidak banyak ditemukan di setiap daerah bahkan jarang atau tidak ditemukan.

Baca Juga:  Fir Azwar Akan Merilis Single Seguntang Ulu Melayu

Di masa sebelum kemerdekaan juga di desa Ulak Pandan Marga Empat Suku Negeri Agung merupakan sentra industri seperti pabrik tenun, pabrik tauco dan pabrik batubata dan saat ini juga terdapat destinasi wisata Pelancu yang pernah mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional sebagai Destinasi Unik Terpopuler Anugerah Pariwisata Indonesia tahun 2018.

“Putra-putra terbaik dari Marga Empat Suku Negeri Agung terus berkarya dari masa ke masa dan saat ini  putra terbaik dari Marga Empat Suku Negeri Agung yaitu Cik Ujang, SH menjadi Bupati Lahat dan Fitrizal Homidi, ST menjadi Ketua DPRD Lahat. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Marga Empat Suku Negeri Agung dan menjadi motivasi ke depan akan lahir putra-putra terbaik dari marga ini yang akan melanjutkan perjuangan para pendahulunya yang telah mencatatkan tinta emas pada masanya,” katanya.

Baca Juga:  12 Kabupaten Kota Ikuti Festival Rentak Batanghari

Menurutnya, peninggalan budaya/sejarah tersebut dapat dijadikan destinasi wisata yang akan menarik wisatawan berwisata ke desa yang akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa, pendapatan desa dan pendapatan asli daerah Kabupaten Lahat. #osk

Komentar Anda
Loading...