“Nedokke 7 Jando di Rumah Baru”, Tradisi yang Hampir Dilupakan di Palembang

195
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Salah satu tradisi Palembang yang saat ini sudah jarang ditemukan, bahkan hampir dilupakan, yaitu tradisi  “Nedokke 7 Jando di Rumah Baru.

Zaman dulu  di Palembang kalau kita mau pindah kerumah baru, maka sebelum menempati rumah baru kito, ada budaya di Palembang mengumpulkan 7 orang janda untuk  tinggal di rumah  baru kita, dulu malah ada ketua jandanya yang membantu orang mau mau  pindahan rumah ini untuk  mengumpulkan 7 janda tersebut.

Baca Juga:  Biografi KH Mal An Abdullah Dilaunching dan Direview

Menurut Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menilai tradisi tersebut cukup positip untuk memberikan santunan dan memperhatikan para janda-janda  yang kekurangan  tetapi yang diutamakan janda-janda dari keluarga sendiri.

“Tradisi itu tidak ada lagi, biasanya sekarang yasinan kalau mau pindah rumah baru di Palembang, kalau mau dihidupkan lagi tradisi ini cukup bagus untuk menyantuni janda-janda yang memiliki anak yatim,” katanya, Minggu (30/5).

Baca Juga:  Dukung Program Dapur Masuk Sekolah, SKK Migas – KKKS Sumsel Berikan Bantuan ke Kodam II Sriwijaya

Janda-janda yang dipilih ini menurutnya yang sudah haji, yang bisa mengaji dan janda yang memiliki kemampuan supaya menasehati  dan memberikan masukan positip kepada pemilik rumah.

“Janda-janda ini mengaji dan membantu tuan rumah  dan tidurnya misah  dan tidak bergabung dengan tuan rumah, jadi  bukan hal yang negatip dan biasa janda-janda ini tinggal dirumah baru itu seminggu,” kata pria yang  berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini.

Komentar Anda
Loading...