“Nedokke 7 Jando di Rumah Baru”, Tradisi yang Hampir Dilupakan di Palembang

218
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Salah satu tradisi Palembang yang saat ini sudah jarang ditemukan, bahkan hampir dilupakan, yaitu tradisi  “Nedokke 7 Jando di Rumah Baru.

Zaman dulu  di Palembang kalau kita mau pindah kerumah baru, maka sebelum menempati rumah baru kito, ada budaya di Palembang mengumpulkan 7 orang janda untuk  tinggal di rumah  baru kita, dulu malah ada ketua jandanya yang membantu orang mau mau  pindahan rumah ini untuk  mengumpulkan 7 janda tersebut.

Baca Juga:  Menpar Arief Yahya Incar MICE Tourism

Menurut Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menilai tradisi tersebut cukup positip untuk memberikan santunan dan memperhatikan para janda-janda  yang kekurangan  tetapi yang diutamakan janda-janda dari keluarga sendiri.

“Tradisi itu tidak ada lagi, biasanya sekarang yasinan kalau mau pindah rumah baru di Palembang, kalau mau dihidupkan lagi tradisi ini cukup bagus untuk menyantuni janda-janda yang memiliki anak yatim,” katanya, Minggu (30/5).

Baca Juga:  Ponpes Nurul Komar Palembang Gelar Wisuda  Santri, Tekankan Pendidikan Karakter Untuk Santri Dan Berprestasi Hingga Perguruan Tinggi

Janda-janda yang dipilih ini menurutnya yang sudah haji, yang bisa mengaji dan janda yang memiliki kemampuan supaya menasehati  dan memberikan masukan positip kepada pemilik rumah.

“Janda-janda ini mengaji dan membantu tuan rumah  dan tidurnya misah  dan tidak bergabung dengan tuan rumah, jadi  bukan hal yang negatip dan biasa janda-janda ini tinggal dirumah baru itu seminggu,” kata pria yang  berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini.

Komentar Anda
Loading...