Komunitas Majelis Lingkaran Gelar Workshop Audiovisual Bersama Bunda Literasi se-Kabupaten Musi Rawas
MUSI RAWAS, BP — Komunitas Majelis Lingkaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Melalui dukungan strategis ini, rangkaian program 5th Lubuklinggau Students Short Movie Festival (LSSMF) dapat memperluas jangkauan edukasinya hingga ke Kabupaten Musi Rawas.
Pada 7 Mei 2026, bertempat di Sekretariat TP PKK Kabupaten Musi Rawas, Komunitas Majelis Lingkaran sukses menggelar agenda “Nonton, Workshop, & Diskusi Film” dengan tema “Remaja, Film, dan Literasi Audiovisual”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas, Ibu Endang, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi literasi di era digital melalui media film.
Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta terpilih yang merupakan para Bunda Literasi dari seluruh wilayah Kabupaten Musi Rawas. Kehadiran para penggerak literasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana karya audio visual dapat menjadi instrumen edukasi yang efektif di masyarakat.
Sebagai pemantik diskusi, dilakukan pemutaran tiga karya film pendek yang seluruhnya mengambil latar belakang lokasi dan kearifan lokal Kabupaten Musi Rawas:
“Rectoverso” karya Sutradara Rian Sastranegara.
“FOURSTO” (Film Pendek Literasi) karya Langgeng Prasetyo.
“Bernapas Sejenak” produksi OMO Production.
Sesi diskusi kemudian menghadirkan jajaran narasumber kompeten, di antaranya H. Riza Novianto Gustam (Bapak Literasi Kabupaten Musi Rawas), serta para praktisi film seperti Inung Linggau, Susanto, S.Pd., Rian Sastranegara, dan Langgeng Prasetyo. Para pemateri membedah proses kreatif di balik film-film tersebut sekaligus memberikan wawasan teknis mengenai produksi konten audio visual yang berkualitas namun tetap sarat akan pesan literasi.
“Kolaborasi antara pegiat film dan para Bunda Literasi ini adalah langkah krusial. Kami ingin mendorong agar potensi visual Musi Rawas tidak hanya berhenti sebagai tontonan, tapi juga menjadi sarana literasi yang menginspirasi generasi muda,” ujar Desy Arisandi sebagai perwakilan Komunitas Majelis Lingkaran.
Melalui inisiasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, instansi perpustakaan, dan komunitas kreatif terus terjalin demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berbasis pada penguatan nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Musi Rawas. #