Ketua DPRD Sumsel Minta Kejelasan  Anggaran Vaksin Covid-19 Sumsel Dibebankan Ke APBN Atau APBD

21
BP/DUDY OSKANDAR
Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati meminta pemerintah harus memperjelas anggaran vaksin Covid-19 untuk Sumsel apakah di bebankan ke APBN atau APBD Sumsel. Jika dibebankan ke APBD Sumsel maka harus dilakukan recofusing  anggaran.

Walaupun hingga kini DPRD Sumsel belum mengetahui jumlah vaksin covid-19 yang akan di terima provinsi Sumsel nanti.

“ Belum jelas dengan peraturan presiden yang mana , karena instruksi presiden  secara lisan kemarin  di gratiskan  namun apakah itu ditanggung APBN  atau APBD kita belum tahu, harapan saya melalui APBN, karena APBD  kita sudah  defisit antara belanja dan pendapatan  sudah tidak seimbang,” kata Anita ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/12).

Baca Juga:  PAW Anggota DPRD Lahat Dari PPP Bermasalah Dan Cacat Hukum

Kalaupun harus ada rekofusing anggaran melalui APBD Sumsel dirinya tidak mengerti lagi untuk pemulihan ekonomi bisa  atau tidak .

Politisi partai Golkar ini menyakini vaksin Covid-19  itu bukan obat  tapi vaksin itu mencegah  sejauh mana kekebalan manusia.

Pihaknya berharap perda tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular dan Bencana bulan ini “Action”.

“ Karena di akhir tahun ini khan  ada operasi yustisi , gabungan antara  kepolisian, TNI,  dan Pol PP  didalam menertibkan kerumunan  dan lain sebagainya , namaun landasan dari perda itu  ternyata perda belum di nomori, walaupun sudah kita sahkan  belum bisa berlaku menunggu dari evaluasi Kemendagri, kita berharap secepatnyalah,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.

Baca Juga:  Pembobol Rumah Kosong Diringkus

Sedangkan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena saat ini Sumsel sudah mengajukan jatah vaksin Covid-19 sejumlah 5,2 juta, yang nantinya akan diutamakan kepada tenaga kesehatan.

“Untuk jatah vaksin berdasarkan daerah di Kabupaten kota di Sumsel belum pasti jatah dapatnya berapa, karena kita masih menunggu info dari pusat,” kata Kasi Surveillans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri, Jumat (18/12).

Baca Juga:  RAPBD 2021 Sumsel ditetapkan Rp10,8 Triliun

Yusri menambahkan, kemungkinan Januari 2021 vaksin di Sumsel akan datang, tapi itu pun pasti bertahap, setelah itu pendistribusian akan dilakukan di bulan Februari. “Tempo hari masih perhitungan 2,1 juta vaksin untuk sasaran vaksin 5,2 juta jiwa,” jelasnya.

Selain itu, ditengah pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat sampai saat ini, pemprov Sumsel mulai mengatur libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) dengan penerapan protokol kesehatan di semua fasilitas umum, seperti di hotel-hotel dan tempat wisata.#osk

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...