Ketua DPRD Sumsel Minta Kejelasan Anggaran Vaksin Covid-19 Sumsel Dibebankan Ke APBN Atau APBD

Hj RA Anita Noeringhati
Palembang, BP
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati meminta pemerintah harus memperjelas anggaran vaksin Covid-19 untuk Sumsel apakah di bebankan ke APBN atau APBD Sumsel. Jika dibebankan ke APBD Sumsel maka harus dilakukan recofusing anggaran.
Walaupun hingga kini DPRD Sumsel belum mengetahui jumlah vaksin covid-19 yang akan di terima provinsi Sumsel nanti.
“ Belum jelas dengan peraturan presiden yang mana , karena instruksi presiden secara lisan kemarin di gratiskan namun apakah itu ditanggung APBN atau APBD kita belum tahu, harapan saya melalui APBN, karena APBD kita sudah defisit antara belanja dan pendapatan sudah tidak seimbang,” kata Anita ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/12).
Kalaupun harus ada rekofusing anggaran melalui APBD Sumsel dirinya tidak mengerti lagi untuk pemulihan ekonomi bisa atau tidak .
Politisi partai Golkar ini menyakini vaksin Covid-19 itu bukan obat tapi vaksin itu mencegah sejauh mana kekebalan manusia.
Pihaknya berharap perda tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular dan Bencana bulan ini “Action”.
“ Karena di akhir tahun ini khan ada operasi yustisi , gabungan antara kepolisian, TNI, dan Pol PP didalam menertibkan kerumunan dan lain sebagainya , namaun landasan dari perda itu ternyata perda belum di nomori, walaupun sudah kita sahkan belum bisa berlaku menunggu dari evaluasi Kemendagri, kita berharap secepatnyalah,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.
Sedangkan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena saat ini Sumsel sudah mengajukan jatah vaksin Covid-19 sejumlah 5,2 juta, yang nantinya akan diutamakan kepada tenaga kesehatan.
“Untuk jatah vaksin berdasarkan daerah di Kabupaten kota di Sumsel belum pasti jatah dapatnya berapa, karena kita masih menunggu info dari pusat,” kata Kasi Surveillans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri, Jumat (18/12).
Yusri menambahkan, kemungkinan Januari 2021 vaksin di Sumsel akan datang, tapi itu pun pasti bertahap, setelah itu pendistribusian akan dilakukan di bulan Februari. “Tempo hari masih perhitungan 2,1 juta vaksin untuk sasaran vaksin 5,2 juta jiwa,” jelasnya.
Selain itu, ditengah pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat sampai saat ini, pemprov Sumsel mulai mengatur libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) dengan penerapan protokol kesehatan di semua fasilitas umum, seperti di hotel-hotel dan tempat wisata.#osk