Pengurus PGRI Desak Pemkot Realisasikan Dukungan Anggaran

Palembang, BP–Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palembang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk lebih perhatian kepada guru. Pasalnya, Pemkot dirasa kurang maksimal dalam mendukung ribuan guru yang masuk dalam pembinaan PGRI Palembang.
Pernyataan tersebut langsung disampaikan Ketua PGRI Palembang Hasanuddin, SPd, MSi disela-sela membuka Seminar Neuroteaching yang diikuti ratusan guru di Asrama Haji Palembang, Senin (25/11).
“Kalau dalam kegiatan Pemerintah Kota Palembang memang selalu support hadir, tapi anggaran belum. Selama ini PGRI Palembang baru sekali disupport dana,” tegas Hasanuddin.
Ia menambahkan bahwa PGRI Palembang adalah organisasi resmi guru yang diikuti oleh semua guru. Organisasi ini sangat konsen terutama dalam pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang berkompeten. Baik dalam pelatihan, seminar maupun pembinaan lain.
“Termasuk kegiatan Seminar Neuroteaching ini yang diikuti oleh 800 guru di Palembang. Kita menginginkan ada peningkatan kompetensi pola guru dalam memberikan pembejaran kepada anak didiknya,” harapnya.
Sementara itu dikatakan oleh DR Amir Zuhdi selaku Pakar Neuroteaching Indonesia mengatakan guru sekarang harus mengubah pola pembelajaran terhadap siswanya.
Menurutnya, siswa harus diajak nyaman, senang terlebih dahulu baru kemudian proses belajar itu mulai konsen dengan materi ajar.
“Jadi ini adalah satu model belajar neuroteaching, satu model belajar mengajar berbasis otak. Semua proses belajar memang berbasis otak, tapi ini adalah model pembelajaran yang membawa suasana otak nyaman dulu baru materi,” jelasnya.
Dengan begitu seorang siswa lebih merasa menyenangkan dan nyaman sehingga materi ajar diharapkan bisa cepat terserap. Dan pada gilirannya adalah menghasilkan siswa yang mampu menyerap apa yang disampaikan oleh guru. #sug