Buronan Kasus Pembunuhan Ditangkap di Jakarta

Satreskrim Unit Tekab 134 Polresta Palembang berhasil mengamankan Yogi (29) Warga Lorong Kuto Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.
Palembang, BP
Satreskrim Unit Tekab 134 Polresta Palembang berhasil mengamankan Yogi (29) Warga Lorong Kuto Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.
Informasi dihimpun, ditangkapnya Yogi lantaran telah melakukan penusukan terhadap korbannya yakni Jay (40) Warga lorong Semajid kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang hingga tewas. Kejadian tersebut terjadi pada Mei 2018 lalu, di Jalan K.H Azhari Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang tepatnya di bawah Jembatan Ampera.
Ceritanya, saat itu tersangka bertemu dengan korban di TKP sempat minum tuak dan ngobrol bersama. Lalu korban meminta uang sebesar Rp 300 ribu, dikarenakan tersangka sudah menggelapkan motor korban, tetapi tersangka hanya menyanggupi sebesar Rp 50 ribu.
Korban memaksa untuk dibayar sampai malam hari, karena merasa tersinggung tersangka langsung memukul korban dengan gelas bekas minum tuak dan menusuk paha kanan korban dengan pisau yang sudah dibawa oleh tersangka dari rumah, atas penusukan tersebut korban meninggal dirumah sakit Bari Palembang. Atas kejadian tersebut, keluarga korban pun melaporkan tersangka ke Polresta Palembang.
Sudah lama jadi buruan polisi lebih kurang selama setahun, akhirnya tersangka Yogi berhasil diringkus petugas di Jakarta.
“Ya atas laporan keluarga korban kita melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap tersangka Yogi Saputra di tempat persembunyianya di Jakarta. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polresta Palembang untuk penyidikan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, Selasa (3/9).
Sementara itu, tersangka Yogi saat ditemui diruangan Penyidik Pidum mengatakan, kesal terhadap korban yang terus menagih uang kepadanya.
“Awalnyo kami minum tuak samo-samo pak, mungkin sudah sama-sama mabuk jadi dio ini (korban) baseng bae ngomongnyo, dio nagih duet depan uwong banyak, aku tesinggung laju kutujah pahanyo,” akunyo.
“Habis nujah aku langsung kabur lari ke Jakarta, aku dak tau dio mati. Selamo setahun aku lari ke Jakarta begawe serabutan pak,” katanya.#osk