Lemkaji MPR Akan Gelar RTD

Jakarta, BP–Indonesia sebagai negara yang memiliki ribuan pulau dan sumber daya alam melimpah, membuat Indonesia menjadi rebutan banyak negara. Masalah yang mengancam Indonesia semakin menjadi-jadi ketika dunia semakin terbuka serta memanasnya hubungan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
“Ancaman yang menyerang Indonesia tak lagi kekuatan fisik, perang, namun meluas hingga ancaman perang dagang, narkoba, perdagangan manusia, dan kejahatan transnasional seperti terorisme. Untuk itulah Lemkaji akan menggelar Round Table Discussion (RTD) besok Selasa (2/7),” ujar Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar, kepada sejumlah wartawan di Gedung MPR, Jakarta, (1/7).
Menurut Rully, dalam kegiatan itu akan menghadirkan 14 pembicara dari pihak terkait dan para pakar di bidang masing-masing. Seperti Kepala Staf AD Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Kepala Staf AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Pakar hukum laut internasional Hasim Jalal, Pakar Hukum internasional Hikmahanto Juwana, Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Zainal Abidin, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinca Siburian; pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. “RTD akan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB yang dibagi dalam dua sessi”, paparnya.
Ketua Stering Committee (SC) RTD, Pataniari Siahaan mengatakan, kegiatan itu sangat relevan bagi pemerintah. Karena, masalah terhadap wilayah negara dan sistem pertahanan dan keamanan diharap dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah.
Untuk menyusun kegiatan tersebut, lanjut Pataniari, Lembaga Pengkajian telah melakukan diskusi internal sejak 12 Februari 2019 hingga melakukan forum group discussion (FGD) di berbagai tempat. Dia berharap, acara itu mampu mencari solusi terhadap masalah yang timbul dalam menjaga keutuhan NKRI dengan karakter kepulauan bercirikan nusantara. Memetakan masalah, mencari solusi dan merumuskan gagasan terkait partisipasi dan syarat keikutsertaan warga negara dalam bela negara serta pertahanan dan keamanan negara. Memetakan masalah, mencari solusi dan merumuskan gagasan terkait implementasi sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang menempatkan TNI dan Polri sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung. #duk