Pengamat Politik Soroti FH, Pimpinan DPRD PALI Yang Gandrung Berorganisasi.

PALI,BP– Belakangan ini, opini publik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) disuguhi oleh menguatnya ketokohan Firdaus Hasbullah, SH, MH. Sosok aktivis, advokat, sekaligus politisi Partai Demokrat ini kian dipercaya menakhodai berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) penting.
Saat ini, pria yang akrab disapa FH tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Talang Ubi. Rekam jejak organisasinya terbilang panjang, membentang sejak masa kuliah hingga memimpin berbagai organisasi di tingkat daerah maupun provinsi.
Mantan Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini menjadikan dunia pergerakan mahasiswa sebagai pondasi awal kepemimpinannya. Teranyar, FH terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten PALI periode 2026–2031 dalam Musyawarah Kabupaten pada Juli 2026 ini.
Tak hanya itu, ia juga kembali terpilih untuk periode kedua sebagai Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten PALI masa bakti 2025–2030 guna mendorong kebugaran masyarakat. Di tingkat regional, FH juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pergerakan Generasi Kebangsaan (PGK) Provinsi Sumatera Selatan yang aktif mengawal gerakan moral dan aksi kebangsaan.
Sebagai tokoh muda sekaligus pimpinan legislatif, FH dikenal publik aktif turun langsung ke masyarakat melalui pendekatan program tanpa sekat, sembari tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Menanggapi fenomena ini, Pengamat Sosial Politik dari Public Trust Institute (PUTIN), Fatkurohman, S.Sos., menilai hal tersebut menandakan adanya tingkat kepercayaan ( trust ) yang besar dari masyarakat.
”Jabatan di berbagai organisasi ini membuat peran FH menjadi lebih luas. Tidak hanya sekadar wakil rakyat yang menjadi mitra kritis pemerintah, tetapi melalui organisasi, ia justru bisa menjadi mitra kolaborasi pemerintah dalam membangun daerah,” ungkap pria yang akrab disapa Bung FK ini saat diwawancarai media.
Lebih lanjut, Koordinator Wilayah Sumsel Lembaga Riset Politik PUTIN ini menjelaskan bahwa langkah yang diambil FH merupakan bentuk kesadaran politik yang tinggi sekaligus wujud membangun integritas di tengah masyarakat.
”Bagi seorang politisi, ini adalah investasi politik jangka panjang yang membuat jaringan politiknya meluas dan berkembang. Jika modal sosial ini terus dirawat, di era pemilu langsung seperti sekarang, FH jelas menjadi sosok potensial yang sangat diperhitungkan sebagai tokoh di masa depan,” terang alumni FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri) tersebut.
Menurut analisis riset politik, kata Bung FK, wakil rakyat yang memiliki banyak kiprah di organisasi dan dekat dengan akar rumput akan lebih cepat populer dan disukai masyarakat.
“Tentu ini menjadi modal penting bagi politisi yang memiliki visi jangka panjang. Maka tidak heran jika banyak pemimpin besar lahir dari rahim organisasi,” pungkasnya.#udi