Pembunuh Ibu Kandung Ditangkap, Mengaku Marah Karena Disebut Malas Kerja Oleh Korban

Baturaja, BP–Pelaku pembunuh ibu kandung bernama Akmaludin (38), warga Dusun III Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU) ditangkap.
Di hadapan polisi, Akmaludin mengaku marah karena tidak diberi makan dan disebut malas bekerja oleh Salbiah yang merupakan ibu kandungnya.
“Pelaku marah karena mau makan tidak dikasih. Ada motif faktor ekonomi, dan pelaku dibilang tidak mau bekerja,” terang Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Alex Andriyan, SKom, Kamis (11/4), di Baturaja.
Pelaku yang merasa kesal, kata Alex, langsung naik pitam dan pergi ke dapur. Seketika itu pelaku datang dengan membawa parang dan menggorok leher korban.
“Melihat korban tewas dengan kondisi leher nyaris putus, pelaku langsung pergi ke sumur mencuci darah yang ada di baju. Setelah itu dia kabur dan kami tangkap di rumah keluarganya dinihari. Adapun barang bukti parang ditemukan di tepi sungai tidak jauh dari rumah korban di Desa Tanjung Agung, Lengkit. Parang itu sengaja dibuang pelaku sebelum kabur,” jelas Alex.
Untuk diketahui, peristiwa yang membuat geger warga Dusun III, Desa Tanjung Agung ini baru diketahui menjelang tengah malam setelah tetangga korban mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah korban.
Mendengar suara itu warga mengintip ke dalam rumah, warga tidak berani langsung masuk ke dalam rumah karena di dalam rumah tersebut ada anak korban yang dipasung karena diduga mengalami gangguan jiwa.
Anak korban yang sedang dipasung itu minta bantuan warga untuk memeriksa kondisi ibunya yang baru saja ribut dengan kakaknya.
“Anak korban minta tolong perikso ibunyo yang baru bertengkar dengan kakaknya,” terang salah seorang sumber seraya menambahkan begitu diintip ternyata ibunya, Salbiah, sudah tergeletak bersimbah darah. #yan