Anggota MPR Harus Paham Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika

26
Anggota MPR dari Fraksi PDIP Komarudin Watubun

Jakarta, BP–Anggota MPR dari Fraksi PDIP  Komarudin Watubun menegaskan,   sebelum menjadi anggota legislatif (Caleg) harus memahami   Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, sehingga saat bertugas sebagai  wakil rakyat tidak menabrak aturan dan konstitusi.

 “Setiap anggota DPR RI pasti anggota MPR RI. Karena itu mereka harus memahami tugas dan komitmen akan politik kebangsaan. Parpol juga harus profesional merekrut caleg.  Jangan  hanya melihat calon  sekadar populer dan banyak duit,” ujar  Komarudin dalam acara dialog 4 Pilar MPR RI di ruangan wartawan DPR Jakarta, Senin (3/9).

Baca Juga:  Diajak Menikah Sama Janda di Palembang Barang Berharga  Lenyap

Menurut  Komarudin, sebelum menjadi  kader PDIP  harus lebih dulu masuk sekolah politik kebangsaan untuk mewujudkan kader yang bersih dari korupsi.

“Khusus caleg eks napi korupsi, DPR mengikuti UU dan putusan MK, yang memang tidak melarangnya. Itu bukan membela koruptor, tapi untuk menegakkan konstitusi. Hanya saja Bawaslu dan KPU tak perlu ikut-ikutan berpolitik, harus patuh pada UU,” kata Ketua PDIP tersebut.

Baca Juga:  PASB Mendesak Transparan Anggaran Kepemudaan Dalam APBD Sumsel 2020

Anggota DPD RI dari Dapil Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan menilai,  komitmen kebangsaan mengenai  pentingnya menghargai keragaman dan  kebhinekaan  harus ditanamkan sejak dini yang dimulai dari rumah tangga  sendiri serta di rumah aspirasi.

Dia mengakui memiliki  rumah aspirasi, terdiri dari anak-anak sekolalh yang berasal dari berbagai suku dan agama  berbeda. Ada yang muslim, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Mereka diajarkan hidup rukun dan damai dengan yang berbeda suku dan agama tersebut.

Baca Juga:  JT Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Minta Maaf Kepada Korban

“Setelah dididik ada yang melanjutkan sekolah ke Amerika, Jakarta, Bandung, dan lain-lain. Dalam perkembangannya mereka sudah biasa hidup damai, tolong-menolong, bertoleransi, bekerjasama dan sejahtera,” jelanya.

Sedangkan parpol kata Bahar, hanya merupakan salah satu jalan untuk masuk. Itulah yang disiapkan sejak dini di dalam keluarga, agar Indonesia ke depan lebih baik. “ Ini tanggung jawab kita semua,” paparnya. #duk

Komentar Anda
Loading...