Kesultanan Palembang Darussalam Hidupkan Kembali Tradisi Pawai Obor di Kota Palembang

59
Suasana peringatan 1 Muharam di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Rabu (20/9) malam. BP/DUDY OSKANDAR

Palembang, BP

Kesultan Palembang Darussalam (KPD) bersama ribuan Umat Islam Palembang dan warga kota Palembang dalam perayaan 1 Muharram 1439 Hijriah melakukan tradisi pawai obor yang telah lama tidak di laksanakan di kota Palembang.
Usai Sholat magrib di masjid Baitullah, umat Islam berjalan membawa obor menuju istana Kesultanan Palembang Darussalam pada Rabu (20/9) malam.

Sultan Mahmud Badaruddin IV Djaya Wikrama bin Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja, RM Fauwaz Diradja, SH. Mkn menjelaskan, peringatan 1 Muharam ini merupakan hari kebangkitan Kesultanan Palembang Darussalam. Mengingat, pada momen ini juga semangat Kesultanan Palembang Darussalam mulai bangkit.

“Tradisi pawai obor dalam peringatan 1 Muharam ini akan terus dilaksanakan, bahkan tahun depan pawai obor akan dilakukan di seluruh Kota Palembang,” katanya.

Baca Juga:  Makam Bersejarah Dijadikan Kandang Ayam Hingga Toilett

Dia berharap, peringatan 1 Muharam ini bisa meningkatkan ukhuwah islami, lebih mencintai Islam dan mentradisikan kebudayaan yang ada di Palembang Darusaalam.

“Selain dari pawai obor diisi juga dengan pembacaan surat Yassin dan tausyiah yang diisi oleh beberapa ustadz yang menyampaikan makna menyambut tahun baru Islam,” katanya.

Humas Kesultanan Palembang Darussalam Pangeran Surya Ari Panji mengatakan, kegiatan berlangsung hari ini, Rabu (20/9) malam kamis usai ba’da Magrib.

Acara di mulai dengan Shalat Magrib berjamaah di Masjid Baitullah di Jalan Muhammad Mansyur, Bukit Lama dilanjutkan pawai obor dari Masjid Baitullah ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di jalan Muhammad Mansyur , Bukit Lama Palembang.

Baca Juga:  Ulang Tahun ke-1.342, Kota Palembang , Sultan Palembang Berharap Kedepan Palembang Lebih Maju

“Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan bendera Kesultanan Palembang Darussalam dan tunggul Telok Abang, lalu Betanggem lalu dilanjutkan Shalat Isya berjamaah di masjid dekat Istana Adat Kesultanan Palembang,” katanya.
Selanjutnya, pembacaan Alfatiha untuk Sultan-Sultan Palembang dan Yassin serta zikir lalu sambutan-sambutan dan dilanjutkan tausiah dan ramah-tamah.

“ Lalu tanggal 21 September dilanjutkan dengan ziarah ke Raja Palembang terakhir Sidoing Rejek di Saka Tiga, Ogan Ilir (OI),” katanya.

Panji mengajak, semua masyarakat kota Palembang mensukseskan acara –acara tersebut guna menyebarkan syiar Islam di kota Palembang.

Adapun yang menjadi titik balik atau tolak ukur diberlakukannya peringatan 1 muharram sebagai tahun baru islam adalah menurut Panji merujuk kepada perjalanan Rasululloh Muhammad SAW ketika melakukan Hijrah dari kota Mekkah ke Madinah sesuai perintah Allah SWT.

Baca Juga:  Buku Sejarah NU Sumsel 1926-2025 Dilaunching

Proses hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mengandung banyak hikmah, diantaranya ialah setiap insan atau manusia dimasa sekarang diharuskan melakukan hijrah atau berpindah dari satu keadaan menuju maqom atau tempat yang lebih baik dalam arti proses berpindahnya sifat sifat buruk menuju perbaikan kebaikan, sehingga peringatan 1 Muharram sebagai tahun baru islam mampu menghadirkan momentum berharga dan mendatangkan manfaat lahir bathin bagi orang-orang yang berakal tidak hanya sekedar mengetahui sejarahnya saja melainkan mampu membawa i’tibar besar bagi umat.#osk

Komentar Anda
Loading...