Darul Ditembak dari Celah Pintu
“Mundur kamu, kami ini rampok! Bukan polisi,” ujar tersangka Belawong dalam reka ulang adegan ke-11 kepada para warga.
Para tersangka pun melarikan diri ke rumah Sikil untuk membagikan hasil rampokan. Setiap orang mendapatkan bagian Rp40 juta kemudian langsung berpencar melarikan diri masing-masing.
Rekonstruksi yang digelar di Lapangan tembak Polda Sumsel ini pun dihadiri oleh kerabat dan keluarga korban. Umpatan demi umpatan dilontarkan kerabat korban karena geram kepada para tersangka.
Bahkan Lisnawati yang ikut serta dalam rekonstruksi, tak dapat menahan emosinya dan sempat memukul dan menendang ketiga tersangka.
“Matilah kau. Dasar iblis dajal!” Ujarnya seraya berurai air mata. Sementara anak sulung korban, Dinda (18), pun tak dapat menahan tangis melihat ibunya emosi terhadap para tersangka.

Saat kejadian, diketahui Dinda tidak berada di rumah karena berkuliah di Politeknik Sriwijaya, Palembang.
Usai Lisna menendang tersangka, Lisna pun ditenangkan oleh Kanit IV Subdit III/Jatanras Kompol Zainuri yang memimpin jalannya rekonstruksi.
Lisna pun didekap oleh Dinda dan kerabatnya agar menenangkan diri. “Kita ini beragama, biarlah di akhirat nanti perbuatan mereka dibalas. Jadilah Mak, biarlah polisi saja yang menghukumnya,” ujar Dinda kepada ibunya.