Pecat Wasit Iwan atau SFC Mundur!

8

ferdinand-sinaga_180acc8Palembang, BP

Sriwijaya FC tak main-main soal kemarahannya pada wasit Iwan Sukoco yang memimpin pertandingan SFC saat melawan PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Senin (17/10).

Manajemen Laskar Wong Kito mengancam akan mundur dari kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 apabila Iwan Sukoco masih aktif memimpin pertandingan di TSC.

“Kita berikan waktu selama dua pekan pada operator pertandingan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) untuk memikirkannya. Kita minta Iwan Sukoco di-blacklist dari dunia sepakbola di Indonesia atau SFC yang mundur,” tegas Sekretaris Tim SFC Achmad Haris, Selasa (18/10).

SFC sangat serius dengan ancamannya. Pasalnya, si wasit ini benar-benar telah merusak semangat fair play. Laskar Wong Kito selama ini sudah cukup bersabar. “Kita sudah layangkan surat protes resmi pada operator pertandingan. Kita tunggu jawabannya,” ucapnya.

Diceritakan Haris, ketidakadilan yang diterima Laskar Wong Kito dari Iwan Sekoco ini bukan yang pertama. Sebelumnya ketika SFC bermain imbang 2-2 dari Pusamania Borneo FC (27/8) juga karena ulah wasit asal Malang ini.

Pada babak pertama SFC unggul dua gol dan pertandingan cukup adil dan kala itu dipimpin wasit Muslimin. Tapi di babak kedua, panpel pertandingan tiba-tiba mengganti wasit tanpa alasan yang jelas, yakni dengan Iwan Sukoco.

Baca Juga:  Sriwijaya FC Panggil Pulang Konate dan Hamka

Sebuah tindakan yang sangat keliru bahkan mungkin jarang terjadi di belahan dunia manapun. SFC pun melayangkan protes ke PT GTS. Apalagi keputusan Iwan dianggap banyak merugikan SFC.

“Pasca diganti Iwan Sukoco saat lawan Pusamania Borneo FC, banyak keputusan kontroversialnya yang merugikan kita. Di antaranya pelanggaran keras Diego Michels kepada Yu Hyun Ko tidak berdampak kartu apapun. Selain itu memutuskan adanya pelanggaran di masa injury time sangat tidak logis. Kita punya rekaman pertandingan dan akan kita kirimkan,” tegasnya.

Bukan musim ini saja, pada musim 2015, ternyata Iwan Sukoco bak momok bagi Laskar Wong Kito dan memberikan kesan tidak bersahabat.

Pada Piala Jenderal Sudirman tahun 2015, SFC harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0, pada laga di grup A yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, 25 November.

Namun, laga itu ternoda lantaran sempat terjadi adu mulut antara para punggawa SFC dan wasit Iwan Sukoco. Perseteruan itu dipicu keputusan Iwan memberikan kartu merah kepada Patrich Wanggai.

Baca Juga:  SFC Desak Sponsor Cairkan Dana

Manajemen SFC ikut beraksi kala itu karena Iwan tidak memberikan hukuman apapun kepada pemain Persija Novri Setiawan, yang sebelumnya menghantam punggawa SFC, Titus Bonai dan Ahmad Hisyam Tolle.

“Sikap ini kita ambil untuk kemajuan sepakbola Indonesia, harus ada pembelajaran dari kompetisi ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, SFC kembali menerima ketidakadilan dari wasit pertandingan Iwan Sukoco kala bertamu ke markas PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Senin (17/10).

SFC sempat unggul lewat gol Musafri menit ke-71. Tim tuan rumah mendapatkan penalti menit ke-83 karena Ferdinand Sinaga dijatuhkan dan gol kedua dicetak Ferdinand menit ke-90.

Gol pertama sempat menjadi kontroversi karena Ferdinand seakan jatuh sendiri. Tapi SFC menerima lapang dada penalti itu karena memang tidak begitu jelas.

Tapi gol kedua PSM Makassar itu jelas sebuah kesalahan. Insiden ini berawal dari Ngurah Nanak membuang bola dan mengenai kaki striker PSM Titus Bonai, dan itu sangat jelas terlihat.

Harusnya bola menjadi milik Laskar Wong Kito, Nanak pun sudah menunggu hakim garis mengangkat bendera. Tapi hakim garis terkesan lamban, sementara pemain PSM Makassar bergegas langsung merebut bola dan melemparnya ke dalam lapangan kembali.

Baca Juga:  Melampiaskan Rasa Penasaran

Sontak pemain SFC melakukan protes ke hakim garis dan wasit pemimpin pertandingan Iwan. Di saat pemain bertahan SFC masih sibuk memprotes itulah, bola terus berjalan dan wasit tidak menghentikan pertandingan hingga Ferdinand Sinaga dengan leluasa mencetak gol.

Gol kedua inilah yang mengundang protes keras Laskar Wong Kito. Gol Ferdinand dirasa selayaknya dianulir karena lewat proses yang tidak fair.

“Kejadiannya sangat dekat dengan asisten wasit, yang anehnya Iwan juga berani memutuskan bola untuk PSM, padahal asistennya belum memutuskan. Silakan liat rekaman pertandingannya. Semua orang di stadion juga tahu bahwa lemparan tersebut seharusnya untuk SFC,” tambah pelatih SFC Widodo Cahyono Putro.

Bola yang hendak diamankan oleh Ngurah Nanak sebelum keluar lapangan sudah sangat jelas menyentuh pemain PSM Titus Bonai terlebih dulu.

“Jarak saya pun sangat dekat dengan kejadian sehingga jelas sekali, dan kesalahan seperti ini bukan sekali dilakukannya di pertandingan ini. Terakhir sangat fatal dan mengapa saat injury time,” ucapnya. #zal

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...