Australia Berminat Investasi di TAA
#Bantu 3 Bidang Pembangunan

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima kunjungan Delegasi Oropesa Port Management Perth Western Australia di ruang rapat Griya Agung Palembang, Jumat (15/4).
Palembang, BP
Perusahaan pengelola pelabuhan Oropesa Porth Management (OPM) dari Perth, Australia Barat menjajaki Sumatera Selatan untuk mengelola pelabuhan Tanjung Carat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA).
OPM pun menawarkan untuk memfasilitasi kerja sama Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Pemerintah Australia Barat dalam bidang pendidikan, wisata olahraga, serta infrastruktur.
Chief Executive Officer OPM Michael Edward mengatakan, pihaknya telah dua kali menyambangi Sumsel untuk melihat apa saja yang bisa dikembangkan di sini. Ia menyimpulkan, bisa membantu perkembangan tiga bidang tersebut untuk kemajuan Sumsel.
“Lokasi pelabuhan di Tanjung Api-api sangat strategis dan itu sangat menguntungkan bagi Sumsel. Untuk itulah kami menawarkan diri ikut mengelola pelabuhan ini. Pada awalnya, kami akan membantu untuk menyusun studi kelayakannya (feasibility study) terlebih dahulu,” tuturnya usai bertemu Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Griya Agung, Jumat (15/4).
Chief Operating Officer OPM Adam McPhail mengatakan, pihaknya akan berupaya memperkuat koneksi Sumsel-Australia Barat apabila memang dipercaya untuk menanamkan modalnya di KEK TAA.
Dikatakan, Indonesia merupakan negara maritim yang lebih tua dibandingkan Australia. Dengan segala kelebihan yang dimiliki kedua pihak, OPM berupaya menawarkan teknologi yang lebih canggih untuk mengelola sistem pelabuhan di TAA.
Adam menuturkan, di bidang pendidikan, ribuan warga negara Indonesia datang ke Australia setiap tahunnya untuk menuntut ilmu, khususnya pada jenjang perguruan tinggi.
Di bidang sport tourism, Australia pun lebih berpengalaman dibandingkan dengan Indonesia. Australia pernah dua kali menjadi tuan rumah olimpiade musim panas yakni pada 1956 di Melbourne dan 2000 di Sidney.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, kemungkinan untuk kerja sama dengan berbagai pihak selalu terbuka. Apalagi dengan adanya tawaran untuk membantu perkembangan sport tourism di Sumsel, pihaknya akan membuka pintu selebar mungkin.
Untuk kerja sama di bidang pendidikan pun, tutur Alex, pihaknya membuka lebar kesempatan itu untuk lebih melengkapi program sekolah gratis hingga kuliah. Untuk rencana investasi di KEK TAA, Alex berujar, ada kemungkinan OPM, PT Pelindo, dan Dubai Port mengelola Pelabuhan TAA bersama-sama. Pihaknya pun masih menunggu kelanjutan rencana investasi itu.
Ketua Project Management Unit (PMU) KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan OPM untuk melihat pola kerja sama seperti apa yang ditawarkan mereka di KEK TAA nanti.
Saat ini pihaknya pun masih menunggu komunikasi selanjutnya dari Dubai Port dan PT Pelindo yang sama-sama tertarik mengelola pelabuhan. Hari ini, pihak OPM dijadwalkan akan meninjau langsung kondisi TAA yang akan dibangun pelabuhan.
Hingga kini Pemprov Sumsel pun masih melakukan komunikasi terkait kelengkapan informasi yang dibutuhkan. Dirinya berharap, Mei mendatang sudah ada keputusan selanjutnya dari Pelindo dan Dubai Port untuk rencana pengembangan.
Saat ini, pihaknya tengah membangun pelabuhan berkapasitas 5.000 deadweight tonnage (DWT) di sebelah pelabuhan penyeberangan di TAA. Ia menargetkan akhir 2017 mendatang, pelabuhan tersebut sudah bisa beroperasi. #idz