Napi Rutan Bebas ‘Update’ Status

22
2803.01.status napi (1)
Salah seorang napi mengunggah foto dan status melalui akun sosial media.

Untuk tampil eksis di media sosial tidak hanya bisa dilakukan orang yang bebas dan tidak terikat aturan. Buktinya diduga penghuni Rutan Klas I Pakjo Palembang bebas meng-upload foto dan meng- update status ke sosial media, menggunakan telepon seluler.

PERISTIWA yang harusnya tak boleh dilakukan tahanan itu terungkap setelah ditemukannya akun Facebook milik Muhammad Ridwan (Ompang), yang menyebarluaskan aktivitasnya di dalam Rutan, Jumat (25/3).

Dalam akun sosial ini terlihat seorang pria bergaya di depan kamera dengan menyilangkan tangan di depan dada dengan latar belakang blok-blok sel tahanan.

Kemudian foto serupa yang di-update pada 3 Januari terlihat tiga orang pria bercelana jeans robek dan satu pria lagi duduk menggunakan kaus bercelana motif kotak-kotak dengan caption “siapo yg diblakang aq ituuu…”.

Dalam posting foto tersebut, akun Aqilla Ivanka menuliskan komentar “dalem kandang maseh biso fb an..hebat lo cup 2 jempol kmu.” Yang dibalas akun Muhammad Ridwan dengan komentar “Punyo kt galo juk. Hahahaha.”

Baca Juga:  Pemkab OKU Sosialisasikan Sistem Informasi Pelaporan Tapping Box

Sedangkan pada 28 Desember 2015 akun Muhammad Ridwan pun mem-posting status “Sekolah termahal di dunia adalah di sini. Di dalam penjara dan penjara ini telah membangunkan ku yang selama ini terlalu asyik terbang di alam mimpi”.

Sehari sebelumnya, akun ini juga memposting status yang menceritakan pengalaman di dalam rutan. Serta pada 13 Maret juga tercantum status “Blok kriminal lagi (betujahan). 3 lawan 1. At Obak Rutan Pakjo”.

Dalam akun ini juga mengungah foto dua pria menggunakan kopiah hitam tengah mengaji pada 11 Januari. Di belakangnya terlihat pintu berjeruji warna silver.

Pada caption foto ini dituliskan “tidak ada kata terlambat untuk belajar ngaji.” Serta dari beberapa foto yang di-upload terlihat dua orang sedang bermain tenis meja pada 8 Januari.

Baca Juga:  Delapan Hari Ops Zebra, Ribuan Pengendara Terjaring di Palembang

Beberapa posting dan unggahan milik akun tersebut tercantum perangkat yang digunakannya adalah Blackberry Smartphone App.

Sedangkan dalam akun Facebook Beny Sllu, tampak hal yang sama. Akun ini memposting status “3 lawan 1 pertumpahan darah obak pakjo”, pada tanggal yang sama dengan yang di-posting dalam akun Muhammad Ridwan.

Sementara Akun Romy Norbec serupa dengan akun Muhammad Ridwan, banyak mengunggah foto-foto situasi di dalam Rutan. Hanya saja hingga tadi malam akun milik Muhammad Ridwan tak bisa lagi diakses.

Sedangkan beberapa akun dengan nama-nama terkait yang diduga napi saling memberikan komentar masih bisa dibuka.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Klas I Pakjo Palembang Yulius mengatakan belum mengetahui adanya warga binaan yang membawa alat komunikasi seperti telepon seluler ke dalam Rutan.

Baca Juga:  Bentrok Warga Versus Sekuriti Sawit

“Belum tahu kebenarannya. Namun akan kita cek, apakah benar nama itu (Muhammad Ridwan) terdaftar sebagai napi kita. Mungkin besok (hari ini-red) baru kita cek,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa membawa alat komunikasi ke dalam Rutan adalah dilarang. Namun menurut Yulius, bisa saja sebenarnya bukan napi yang menggunakan ponsel tersebut, namun keluarganya.

“Jadi saat keluarga membesuk, mereka memfotonya dan menyebar ke banyak orang. Disangkanya dia (napi-red) yang bawa ponsel, padahal keluarganya,” imbuhnya.

Atau bisa saja, dirinya melanjutkan, yang bersangkutan mempunyai musuh atau mantan pacar yang tidak senang. “Makanya seperti itu (update statusred). Pokoknya kita cek dulu kebenarannya,” tandasnya. #idz

 

Komentar Anda
Loading...