Prihatin Terhadap Perkembangan Syiar Alquran
Jakarta, BP
Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, mengaku prihatin terhadap perkembangan syiar Alquran saat ini. Seharusnya, semangat mensyiarkan Alquran lebih ramai dari konser musik.
“Dahulu, kalau ada haflah Tilawatil Quran, orang berbondong-bondong datang. Ramainya bisa melebihi konser dangdut,” kata Jazilul Fawaid, Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (IKAPTIQ) di Jakarta, Minggu (203.
Menurut Jazil, berkurangnya syiar Alquran karena tidak ada pembinaan yang baik. Sehingga dalam event perlombaan yang biasa diadakan pemerintah seperti Musabaqoh Hifdzul Quran maupun Musabaqoh Tilawatil Quran pun kurang meriah.
Oleh sebab itu, Jazil diminta memimpin korps alumni penghafal Quran tersebut. Dan dia pun menyatakan siap. “Saya ingin sama-sama bekerjasama, akan tetapi harus ada mengkoordinir. Ketika saya diminta menjadi ketua tentu saya bersedia untuk sama-sama mensyiarkan Alquran,” tegas Jazil.
Jazil menambahkan, peran IKAPTIQ nanti akan lebih menggemakan syiar Alquran. “Kita bikin lagi gerakan maghrib mengaji untuk anak-anak kita, seperti tradisi dahulu. Dan akan ada khataman Quran 30 juz setiap tiga bulan,” tuturnya.
Dikatakan, PTIQ merupakan kampus satu-satunya di Jakarta yang mencetak banyak Sarjana yang hafal Alquran. Sejak didirikan tahun 1971, banyak alumni berkiprah di masyarakat dengan berbagai profesi.
” Alumni kita ada dimana-mana dan banyak memiliki jamaah. Tentu ini menjadi peran penting para alumni memfilter masuknya ideologi transnasional yang mengoyak keutuhan NKRI,” jelsnya. #duk