Prihatin Terhadap Perkembangan Syiar Alquran

19

alquran-300x250Jakarta, BP

Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, mengaku prihatin terhadap perkembangan syiar Alquran saat ini. Seharusnya, semangat mensyiarkan Alquran  lebih ramai dari konser musik.

“Dahulu, kalau ada haflah Tilawatil Quran, orang berbondong-bondong datang. Ramainya bisa melebihi konser dangdut,” kata Jazilul Fawaid, Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (IKAPTIQ) di Jakarta, Minggu (203.

Baca Juga:  Fahri Tuding Presiden PKS Mengada-ada

Menurut  Jazil,  berkurangnya syiar Alquran  karena tidak ada pembinaan yang baik. Sehingga dalam event perlombaan yang biasa diadakan pemerintah seperti Musabaqoh Hifdzul Quran maupun Musabaqoh Tilawatil Quran pun kurang meriah.

Oleh sebab itu, Jazil  diminta memimpin korps alumni penghafal Quran tersebut. Dan dia pun menyatakan siap. “Saya ingin sama-sama bekerjasama, akan tetapi  harus ada mengkoordinir. Ketika saya diminta menjadi ketua tentu saya bersedia untuk  sama-sama mensyiarkan Alquran,” tegas Jazil.

Baca Juga:  SMB IV Ajak Perkuat Kembali Identitas Kemelayuan di Palembang

Jazil  menambahkan, peran IKAPTIQ nanti akan lebih menggemakan syiar Alquran. “Kita bikin lagi gerakan maghrib mengaji untuk anak-anak kita, seperti tradisi  dahulu. Dan akan ada khataman Quran 30 juz setiap tiga bulan,” tuturnya.

Dikatakan, PTIQ  merupakan   kampus satu-satunya di Jakarta yang mencetak banyak Sarjana yang hafal Alquran. Sejak didirikan tahun 1971,  banyak alumni   berkiprah di masyarakat dengan berbagai profesi.

Baca Juga:  IndoFest 2016 Adelaide Festival Paling Akbar di Aussie Selatan

” Alumni kita ada dimana-mana dan banyak memiliki jamaah. Tentu ini menjadi peran penting para alumni  memfilter masuknya ideologi transnasional yang mengoyak keutuhan NKRI,” jelsnya. #duk

Komentar Anda
Loading...