Akom Akan Patuhi Rapat Pleno DPP Partai Golkar

11

AdeKomaruddin-640x429Jakarta, BP  

Ketua DPR RI Ade Komaruddin (Akom),   calon Ketua Umum Partai Golkar menegaskan,  akan patuh pada keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar soal persiapan Musyawarah Nasional (Munas). “Saya menunggu keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar. Saya tidak ingin terjebak pada pandangan atau keputusan seseorang,” kata Ade Komaruddin, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/3).

Penegasan tersebut disampaikan      Akom untuk menanggapi kesepakatan antara Aburizal dan Agung Laksono  menyelenggarakan Munas Partai Golkar awal Mei 2016 di  Jakarta.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Minta Mahasiswa Dorong Percepatan Pembangunan

Menurut Akom, kalau ada wacana, usulan, atau kesepakatan, agar disampaikan ke rapat pleno DPP Partai Golkar dan diputuskan menjadi keputusan resmi Partai Golkar, harus dipatuhi.

Demikian juga susunan panitia pengarah (SC) dan panitia pelaksana (OC) Munas Partai Golkar, Akom  menunggu keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar.     “Saya  belum bisa menyampaikan pandangan soal kepanitiaan atau pelaksanaan Munas. Saya berharap DPP Partai Golkar  segera menyelenggarakan rapat pleno dan membuat keputusan terbaik,” katanya.

Baca Juga:  Parpol Harus Beri Ruang Calon Perseorangan

Ketika ditanya, soal   larangan dari pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI yang melarang tenaga ahli fraksi maupun anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI terlibat pada persiapan Munas Partai Golkar, Akom mempersilakan wartawan bertanya pada pimpinan Fraksi Partai yang menerbitkan keputusan itu. Sebagaimana diketahui, Ketua dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Setya Novanto dan Aziz Syamsuddin, menerbit keputusan yang melarang tenaga ahli di lingkugan Fraksi Partai Golkar DPR RI,  tidak terlibat pada persiapan penyelenggaraan Munas Partai Golkar.

Baca Juga:  Madam Gina Dubes Philippines Hadiri Festival Museum Palembang SMB II

Soal aturan bahwa semua figur yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar harus didukung minimal 30 persen, menurut Akom,  hal itu diatur dalam AD/ART Partai Golkar, sehingga harus dipatuhi seluruh kader.

“AD/ART telah mengatur itu sehingga  mutlak dipatuhi  semua kader,” tandasnya. #duk

 

Komentar Anda
Loading...