Siap Berapa Pun Penambahan Cabor

7
BP/MARDIANSYAH PENINJAUAN-Sejumlah tim dari KOI melakukan peninjauan di Venue Senam Ranau Jakabaring Sport City Palembang guna memeriksa kesiapan penyelenggaraan Asean Game's 2018, Sabtu (19/3)
Tim dari KOI melakukan peninjauan di Venue Senam Ranau Jakabaring Sport City, Sabtu (19/3).

Palembang, BP

Tim Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kembali melakukan lawatan ke Kota Palembang dalam rangka melihat progress report Palembang dalam mempersiapkan Asian Games 2018, Sabtu (19/3).

Hasil lawatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua KOI Muddai Maddang, Sekretaris Jenderal KOI Dodi Iswandi dan jajaran Dewan Eksekutif KOI, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan final cabang olahraga pada forum Coordination Committee Meeting (COCOM) ke IV pada Mei 2016 mendatang di Bali. Turut menyambut kedatangan tim KOI yakni Asisten III Kesra Pemerintah Provinsi Sumsel H Akhmad Najib dan Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo.

“Jadi makanya kami ke sini (Palembang-red), kita lihat keadaan riilnya, masih mungkin gak cabor kita giring ke sini. Misalnya akuatik, kemudian gimnastik dan beberapa cabor lain,” terang Sekjend KOI Dodi Iswandi.

Baca Juga:  INASGOC Targetkan 500.000 Penonton di Palembang

Ditambahkannya, mengingat waktu semakin mendesak menjelang Asian Games 2018 maka forum COCOM ke IV di Bali menjadi hasil final dalam penentuan semua cabang olahraga.

“Setelah ini kan nanti kita bawa ke meja perundingan di COCOM Bali dan itu sudah harus final karena mengingat waktu semakin mepet. Dan nanti kami menyampaikan hasilnya dari KOI kemudian ada INASGOC, OCA dan dari Pemerintah,” tegas Dodi.

 

Dodi tidak menampik bawa Palembang memang lebih siap dalam perkembangan baik itu venue maupun non-venue dibanding Jakarta. Tim Eksekutif KOI sendiri melakukan peninjauan sendiri dimulai dari Wisma Atlet, Dinning Hall, Rusunawa, Rusunami, Aquatic, dan juga lapangan Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Sementara itu, Asisten III Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib menyatakan, pada prinsipnya Sumsel siap berapa pun penambahan cabang olahraga yang ditentukan. Pasalnya, Sumsel telah memperlihatkan kesiapan fisik baik itu venue maupun non-venue yang sesuai standar internasional.

Baca Juga:  Kalah Atas Myanmar, Takraw Berharap 'Balas Dendam' Tim Putra 

“Tadi (kemarin-red) kan sudah lihat sendiri progres report-nya seperti apa. Kita tetap terus optimis sembari melakukan akselerasi peningkatan dan kelengkapan baik itu venue ataupun non-venue,” jelas Najib.

Menurutnya, kesiapan non-venue seperti Jembatan Musi IV, Musi VI, Tol Palindra kemudian Light Rail Transit (LRT) sebagai kesiapan fisik secara nyata dalam hal venue, apalagi venue yang sudah terintegrasi dalam satu pusat kota.

“Kita tunggu nanti dalam COCOM ke IV di Bali dengan progres report Palembang yang terus mengalami peningkatan secara signifikan,” pungkasnya.

Untuk melengkapi sejumlah infrastruktur menjelang Asian Games 2018 tersebut Dinas PU Cipta Karya melakukan perbaikan dan perluasan sejumlah venue di kompleks internasional Jakabaring Sport City (JSC). Mulai dari perluasan danau dari 48 hektar menjadi 68 hektar untuk menambah lintasan dari semula 1,2 kilometer menjadi 2,2 kilometer dengan asumsi anggaran Rp60 miliar.

Baca Juga:  Bus Air Terintegrasi LRT, Palembang Terima Bantuan Lima Unit

 

Kemudian penambahan seat (kursi) di stadium Gelora Sriwijaya dari 36.000 seat menjadi 60.000 seat yang direncanakan menelan dana sebesar Rp1,15 triliun.

Dan selanjutnya venue akuatik dalam rangka persiapan Asian Games 2018 akan diberikan cover grilll di area lapis luar venue untuk mengurangi gangguan sintetik yang dijadikan sebagai pelindung bersekat. Dan tak ketinggalan venue atletik yang akan diperluas seat seperti stadion, sehingga seat mengelilingi karena sejauh ini hanya ada seat Tribun Timur dan Barat.

#sug

 

Komentar Anda
Loading...