
Palembang, BP- Tiga tokoh muda Sumatera Selatan (Sumsel) , Khoiril Sabili, Melisa Paulina, dan Reza Yuniska Sari, menyerahkan dua buku hasil kajian budaya dan pengetahuan lokal kepada Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja, SH., M.Kn, di Palembang. Penyerahan ini menjadi bentuk sumbangsih akademik sekaligus pengabdian masyarakat dalam upaya melestarikan kearifan lokal Sumsel, Senin (6/7/2026).
Dua buku yang diserahkan adalah Ramuan Herbal Tradisional Suku Komering Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Perlindungan dan Revitalisasi Metode Pengawetan Tradisional Buah Sawo sebagai Pengetahuan Lokal Masyarakat Jeme Bakhi. Kedua karya ini merupakan hasil dokumentasi terhadap pengetahuan turun-temurun yang selama ini hidup di tengah masyarakat, namun belum banyak terekam secara tertulis.
Buku pertama mengangkat ramuan herbal tradisional yang diwariskan masyarakat Suku Komering, salah satu suku asli Sumatera Selatan yang mendiami wilayah aliran Sungai Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Pengetahuan pengobatan herbal ini merupakan bagian dari kekayaan pengetahuan tradisional yang selama ini diwariskan secara lisan antar-generasi, dan menjadi salah satu kekayaan budaya takbenda yang perlu dijaga kelestariannya.
Buku kedua membahas metode pengawetan tradisional buah sawo yang menjadi pengetahuan lokal masyarakat yang disebut Jeme Bakhi. Buku ini menyoroti pentingnya perlindungan dan revitalisasi metode pengawetan pangan tradisional agar tidak punah seiring pergeseran zaman, sekaligus membuka peluang pengembangannya menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sultan Fawwaz menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ketiganya. Dalam pertemuan itu, Sultan Palembang Darussalam menyampaikan bahwa Khoiril Sabili, Melisa Paulina, dan Reza Yuniska Sari merupakan representasi masyarakat berprestasi dari daerah yang memiliki semangat akademik tinggi, serta telah menunjukkan kebermanfaatan nyata melalui karya-karya yang berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Sultan SMB IV turut menyampaikan saran agar upaya pendokumentasian budaya dan identitas daerah semacam ini terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya. Menurutnya, buku-buku bertema kebudayaan dan identitas daerah penting untuk terus dilestarikan, sekaligus didorong agar dapat memberi manfaat langsung bagi peningkatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masyarakat sekitar.
Penyerahan buku ini bagian dari rangkaian dan dan simbol dalam mendokumentasikan dan mengangkat pengetahuan tradisional serta kuliner khas daerah di Sumatera Selatan ke ruang diskusi publik, mulai dari kajian kuliner fermentasi tradisional hingga kearifan lokal masyarakat suku-suku di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur. Langkah ini sejalan dengan semangat pemajuan kebudayaan yang mencakup pengetahuan tradisional, kearifan lokal, dan warisan budaya takbenda sebagaimana menjadi perhatian pemerintah maupun lembaga adat.
Khoiril Sabili, Melisa Paulina dan juga Reza Yuniska sari, mengucapkan banyak terimakasih kepada Sultan Palembang Darussalam tersebut yang akrab dipanggil Sultan Fauwaz, atas dukungan, arahan dan perhatiannya untuk para pemuda-pemudi yang masih memikirkan tentang identitas tradisi Kebudayaan daerah.
Lebih dalam, ketiganya berharap penyerahan buku ini dapat mendorong perhatian lebih luas, baik dari Kesultanan Palembang Darussalam maupun pemerintah daerah, terhadap pelestarian pengetahuan tradisional Sumsel. Dukungan tersebut diharapkan dapat berlanjut pada program-program konkret yang menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat di daerah asal kedua kajian tersebut.#udi