Simulasi Antiteroris Kembali Digelar

PENANGGULANGAN TERORIS – Anggota Dok Pol Polda Sumsel mengevakuasi jenazah teroris setelah terjadi baku tembak dengan polisi anti teror Sumsel, Kamis (18/2)
Palembang, BP
Jajaran Polda Sumatera Selatan kembali menggelar simulasi antiteroris yang dilakukan oleh jajaran Polda Sumsel di Jalan POM IX, Kampus, Palembang atau depan kantor DPRD Sumsel, Kamis (18/2).
Sebelumnya, juga digelar latihan gladi bersih yang dilakukan jajaran Polda Sumsel dalam rangka latihan mengamankan aksi unjuk rasa anarkis, peledakan bom, dan penggerebekan rumah pelaku peledakan yang berlangsung di tempat sama, Selasa (9/2) lalu.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas, Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Muhammad Iswandi Hari, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Tri Winarno, Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sumsel Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri, serta disaksikan masyarakat sekitar.
Dalam simulasi ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo menegaskan tujuan simulasi tersebut untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat dan anggota Polri bahwa negara tidak boleh kalah dengan teroris, negara tidak boleh kalah dengan preman.
Dalam simulasi ini, pihaknya ingin ujicoba tahapan dan mekanisme menghadapi situasi ancaman yang mengalami peningkatan eskalasi dimulai dari unjuk masyarakat yang tertib, unjuk rasa yang agak keras, unjuk rasa yang disertai anarkis, dan seterusnya. Tidak semua unjuk rasa dihadapi dengan penuh kekuatan.
Simulasi ini tujuannya untuk menguji coba kegiatan peralatan, persenjataan apakah siap pakai, siap tembak dan seterusnya, apabila alat-alat itu tidak pernah dipakai maka kita khawatir alat itu akan rusak dengan sia-sia dan kita tidak tahu apakah alat itu efektif atau tidak .
“Dengan kita lakukan penggunaan alat saat latihan, kita tahu bahwa alat ini benar-benar efektif. Alat ini bisa digunakan dan alat ini bisa melumpuhkan mulai dari penggunaan tameng penggunaan gas air mata, penggunaan water cannon, penggunaan peluru karet sampai kepada penggunaan peluru tajam,” ujarnya. #nor