Anggaran Perempuan Harus Merata di Dinas
Selama ini, anggaran untuk perempuan di sejumlah dinas di Sumatera Selatan belum merata. Diharapkan, dengan launching Forum Jurnalis Kartini Sumsel (FJKS) dapat mendorong pemerataan anggaran untuk perempuan.
Palembang, BP
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel RA Anita Noeringhati mendorong anggaran terkait perempuan dalam APBD Sumsel bukan hanya diletakkan di Badan Pemberdayaan Perempuan saja tapi harus di semua dinas dan instansi di Sumsel, seperti di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan dinas lain.
“Intinya bagaimana dengan anggaran tersebut dapat menggerakkan kaum perempuan dan bisa mengaktifkan perempuan di kehidupan masyarakat ke depan,” katanya usai acara Grand Launching Forum Jurnalis Kartini Sumsel, di Aula DPRD Sumsel, Kamis (18/2).
Ke depan, menurut politisi Partai Golkar ini, pihaknya akan mendapatkan masukan apa yang diinginkan perempuan namun tidak hanya perempuan tapi semua masyarakat Sumsel dan semua itu bisa diakomodir di pemerintahan melalui pola anggaran. “Itulah tugas jurnalis-jurnalis ini, tapi tidak hanya jurnalis perempuan saja,” katanya.
Anita juga mengaku dari para jurnalis ini lah para anggota DPRD bisa mendapatkam informasi tentang masyarakat yang bisa dibawa ke diskusi DPRD Sumsel.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Sumsel Irene Camelin Sinaga pun mengatakan, bahwa ia bangga bisa hadir di di forum ini.
Ia mengatakan dalam bekerja lakukan lah tiga hal yaitu lakukan dengan totalitas, lakukanlah dengan demokrasi karena setiap manusia dilahirkan berbeda-beda jadi harus bisa menerima pendapat dari orang lain, dan bekerja dengan hati.
Sedangkan Aina Aziz, Jurnalis Senior menilai perempuan tidak hanya harus cantik, melainkan harus berwawasan luas. Sehingga berita yang disampaikan dan disajikan bisa dengan mudah diterima dan dimengerti masyarakat.
“Orang suka menganggap remeh wartawan padahal otak kita juga harus berjalan (berpikir). Berita yang dibuat pun harus menarik, agar menarik minat pembaca,” ujar Aina.
Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda mengatakan saat ini peran jurnalis perempuan sangat besar. Ia mengatakan tak menyangka hingga saat ini jumlah jurnalis perempuan semakin banyak.
“Saya dulu ingat saat menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah di kampus hanya ada satu perempuan. Dan sekarang kalau kita lihat sekarang jurnalis perempuan ini sudah banyak,” katanya.
Dia berharap jurnalis perempuan menjadi jurnalis yang tangguh, dapat meningkatkan kompetensinya dan juga mampu menjadi panutan serta motivasi bagi para perempuan lainnya.
Ketua FJKS Rita Sumarni mengatakan, forum ini sengaja dibentuk berdasarkan diskusi bersama dan melewati waktu yang panjang.
Penting dibentuknya forum ini adalah untuk menyuarakan hak-hak perempuan, terutama pada jurnalis yang sering menemukan kasus-kasus pelanggaran hak perempuan, pelecehan seksual, bahkan kekerasan pada perempuan serta banyaknya intimidasi dalam pemberitaan di media masa yang semakin memojokkan kaum hawa itu sendiri.
“Hak-hak perempuan ini juga harus dirasakan oleh kaum jurnalis perempuan ini sendiri, sehingga bisa mengedukasi masyarakat melalui tulisan yang dimuat pada media masa dan tidak menyudutkan kaum yang tersakiti,” ujarnya. #osk