Siswa Diimbau Pakai Krim Anti-Nyamuk

11

20150212antarafoto-antisipasi-penyebaran-demam-berdarah-120215-olPalembang, BP

Merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palembang memaksa sejumlah sekolah melakukan langkah-langkah antisipatif agar penyakit tersebut tidak menjangkiti anak didik.

Guna menghindari gigitan nyamuk demam berdarah, ada sekolah yang mengimbau siswanya menggunakan krim antinyamuk.

“Meningkatnya intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat jalan menuju sekolah tergenang air. Itu bikin perkembangan nyamuk aedes aegypti semakin pesat. Oleh karena itu, kami anjurkan seluruh siswa untuk membawa lotion anti nyamuk ke sekolah,” kata Kepala SD Negeri 3 Palembang, Marlena Rachman, Kamis (11/2).

Lebih lanjut ia mengatakan, lotion antinyamuk dipakai saat siswa belajar di kelas agar tidak terganggu serangan nyamuk. Boleh juga mengusapkan minyak kayu putih sebagai pengganti.

“Pokoknya kami menyarankan siswa membawa krim antinyamuk, baik itu lotion maupun sejenisnya. Tidak harus lotion, bisa juga minyak angin dan sebagainya. Intinya agar tidak digigit nyamuk,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Sambangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palembang

Berbeda dengan SD Negeri 178 Palembang. Sang kepala sekolah, Dewi Lamongga, mengatakan, mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti, pihaknya mendapatkan bantuan dari puskesmas setempat untuk fogging, khususnya ketika musim hujan tiba dan halaman sekolah tergenang air.

“Selain mendapatkan bantuan fogging, kami setiap hari Jumat bergotong royong membersihkan sampah-sampah dan bak air yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” ujarnya.

Senada dikatakan Paskur, guru SD Negeri 205 Palembang. Selain rutin membersihkan lingkungan di dalam sekolah, pihaknya juga memeriksakan kesehatan siswa setiap sebulan sekali.

“Jadi pihak puskesmas datang ke sekolah untuk memeriksa kesehatan anak-anak. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada siswa kita yang terkena penyakit DBD,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kasus DBD Turun Selama Februari

Pantauan di sejumlah rumah sakit di Kota Palembang, pasien penderita penyakit demam berdarah belum mengalami peningkatan. Di Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH), pasien DBD terdata 46 orang, sama seperti tiga hari lalu. Kebanyakan pasien sudah lebih tiga hari dirawat, bahkan ada yang sudah satu minggu.

Demikian dikatakan Direktur Umum RSUD dr Moehammad Hoesin dr Muhammad Syahril, Kamis (11/2).

“Ya, berdasarkan data rekam medis sampai saat ini pasien ada 46 orang. Pasien anak sebagian sudah pulang, tinggal tiga orang dirawat di Instalasi Anak, sedangkan orang dewasa di blok paviliun,” ujar Syahril.

Dikatakan, kondisi pasien beragam. Ada yang baru gejala dan perlu penanganan, stadium I hingga stadium III yang perlu perawatan intensif.

Baca Juga:  Wabah DBD, Balita Masuk Stadium Tiga

Menurut dia, pasien yang menderita penyakit demam berdarah akibat kurang memperhatikan kesehatan lingkungan.

Di RS Pelabuhan terdata dua pasien mengidap DBD. Jumlah ini mengalami penurunan dari bulan Februari tahun lalu sebanyak sepuluh pasien.

“Masih dua orang (menderita DBD – red), dan dapat perawatan dokter. Ada juga yang rawat jalan. Mereka kebanyakan langsung pulang dengan resep dokter,” kata Kabid Humas RS Pelabuhan Palembang Abdul Hamid.

Sementara di Puskesmas Dempo tidak ditemukan pasien menderita DBD. Menurut dr Fitrianti, pada awal Januari sempat ada anak-anak dirawat di puskesmas tersebut, tapi di bulan Februari hingga kemarin belum ada.

“Kalau sekarang banyak manula yang panas biasa, pilek dan diare saja,” ujarnya. # adk/sug

 

 

Komentar Anda
Loading...