Tangis Rahma Melepas Kepergian Rahmi

78

Kembar siang dempet rahma rahmi (1)Palembang, BP

Masih ingat bayi kembar siam Rahma-Rahmi yang berhasil dipisahkan melalui operasi perdana di RSUD dr Moehammad Hoesin Pelembang pada 6 Juli 2013 dan sempat menyita perhatian publik?

Kali ini, Rahma-Rahmi kembali menjadi perhatian. Tetapi itu karena kabar duka keduanya. Sandrina Fayza Rahmi atau Rahmi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (11/2) sekitar pukul 11.30 di ruang PICU RSUD dr Mohammad Hoesin Palembang karena penyakit gagal ginjal. Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sendiri merupakan ruangan perawatan khusus pasien anak-anak yang butuh penanganan intensif.

Rahmi yang tutup usia pada umur empat tahun dikebumikan di TPU Kemboja diiringi isak tangis keluarga dan kerabat yang ikut dalam pemakaman tersebut. Pantauan BeritaPagi, saudara kembar almarhum yakni Sabrina Fayka Rahma atau Rahma terus menangis di rumah duka dan terus dalam pangkuan ibunya seolah tak rela dengan kepergian saudara kembarnya tersebut. Rahma menangis cukup lama sejak sebelum Rahmi dimandikan hingga menjelang pemakaman.

Baca Juga:  Pengamat Nilai Apriyadi Layak Kembali Pimpin Muba

Rahmi dikabarkan mengalami batuk-pilek sebelum dilarikan ke Rumah Sakit pada 5 Februari 2016 pekan lalu. Rahmi sempat ke luar masuk rumah sakit untuk cuci darah karena gangguan ginjalnya.

“Kemarin itu batuk pilek terus dan dibawa ke rumah sakit, setelah itu koma. Sebelumnya masih sehat dan minum susu,” terang ibu kandung almarhum, Lia Rosdiana, kepada BeritaPagi di rumah duka.

Baca Juga:  Update 14 Juli: Tambah 51 Kasus, Pasien Covid-19 Sumsel Jadi 2.754

Ia mengaku tak memiliki firasat akan kepergian putrinya itu. Dirinya juga tak menyangka putrinya pergi meninggalkan dirinya secepat itu. “Pasrah, mungkin ini yang terbaik yang diberikan Allah buat almarhum,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Umum RSUD dr Moehammad Hoesin Palembang, dr Muhammad Syahril mengatakan bahwa Rahmi meninggal karena gangguan ginjal. Almarhum memang sempat cuci darah sebelum kemudian masuk kembali untuk dirawat.

Baca Juga:  Dubes Jepang Kunjungi Ponpes di OI

“Pertama saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Rahmi. Almarhum itu masuk rumah sakit tanggal 5, sehari kemudian koma dan berada di ruang PICU,” ujar Syahril.

Sambung Syahril, tim dokter sudah melakukan perawatan dan tindakan medis semaksimal mungkin, tapi Allah berkehendak lain dan meninggal dunia.

“Kemarin datang memang keluhannya batuk dan pilek tapi ada asma juga kan. Selain itu sebelumnya sudah sempat cuci darah karena gangguan ginjalnya itu,” pungkas Syahril. #sug

 

 

Komentar Anda
Loading...