HM Noerdin Pandji Diabadikan Sebagai Nama Jalan
Jalan HM Noerdin Pandji akan menjadi akses utama Bandara SMB II ke Jakabaring. Masyarakat makin banyak pilihan berkendara: selain lewat jalan Kol H Barlian-Sudirman dan naik LRT yang selesai Juni 2018.
Jalan Kebun Sayur yang menghubungkan Jalan Pangeran Ayin serta Jalan Letnan Harun Sohar Simpang Empat Bandara secara resmi telah berganti nama menjadi Jalan HM Noerdin Pandji, Sabtu (16/1). Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menggunting pita serta memecahkan kendi sebagai tanda peresmian perubahan nama dan pembukaan jalan tersebut.
Putra ketiga dari tujuh bersaudara pasangan HM Noerdin Pandji dan Siti Fatimah ini mengatakan, jalan sepanjang 5,25 kilometer tersebut nantinya akan menjadi akses utama penghubung Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dengan kawasan Jakabaring, menunjang pelaksanaan Asian Games 2018.
“Dari Bandara lewat jalan ini, dan langsung terhubung dengan Jembatan Musi IV yang dibangun di daerah Pasar Kuto. Menyeberang Sungai Musi dan langsung tiba di Jakabaring. Dibukanya jalan ini pun akan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Jalan Kol H Barlian,” tuturnya dalam sambutan.
Alex menuturkan, masyarakat akan memiliki banyak pilihan berkendara dari Bandara menuju Jakabaring. Bisa naik light rail transit (LRT) yang selesai pada Juni 2018, bisa melalui jalan Kol H Barlian-Sudirman seperti biasa, atau lewat Jalan HM Noerdin Pandji.
“Ini merupakan antisipasi kita. Bukan untuk dua atau tiga tahun mendatang saja, namun hingga lima sampai 10 tahun mendatang,” ujarnya.
Terkait penamaan jalan, dirinya merasa sangat pantas bahwa jalan tersebut dinamakan HM Noerdin Pandji setelah beliau memimpin perjuangan kemerdekaan di Sumsel sebagai Kepala Staf Brigade Garuda Hitam/Sub Teritorial Lampung (STL) periode Juli 1947-Desember 1948.
HM Noerdin Pandji yang berpangkat Mayor tersebut berperan penting dalam Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) di Sumatera Bagian Selatan sekaligus memimpin Batalyon Mobil Teritorial Tanjung Karang Lampung.
Menjelang pertempuran lima hari lima malam yang sangat bersejarah di Kota Palembang, Mayor Noerdin Pandji bersama Mayor Ismail Harun, Kapten Mukmin, Lettu Soleh dan beberapa orang lainnya berhasil mengadakan kerjasama dengan warga Inggris di Singapura dalam melancarkan usaha penyelundupan senjata api, bahan pakaian, dan lainnya dari Singapur ke Lampung yang sangat berharga untuk pertempuran di Palembang.
Pada hari keempat dalam perang lima hari, pasukan Mayor Noerdin Pandji menyerang pasukan Belanda melalui rel kereta api dan memulai serangan dari Stasiun Kertapati. Sebelumnya, pasukan Mayor Noerdin Pandji menyergap pasukan Belanda di Baturaja guna merampas senjata berupa senapan mesin, standgun, dan lainnya, tambahan amunisi bagi perang lima hari.
Alex menuturkan, harta paling berharga yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya adalah hubungan pertemanan dan sahabat. Dirinya mengaku diajarkan oleh ayahnya agar terus menjalin pertemanan dengan siapa pun dan menolong siapa pun yang membutuhkan pertolongan.
“Beliau memiliki banyak kawan dari luar maupun dalam negeri karena sifatnya yang saling menolong. Namun juga tak jarang dirinya ditolong. Oleh karena itu bila saya memiliki kemampuan, pasti saya akan menolong karena merasa ayah saya dulu pun banyak ditolong oleh teman-temannya,” tuturnya.
Dirinya pun merasa bangga bisa menjadi gubernur. Perlu diketahui, HM Noerdin Pandji tiga kali dicalonkan diri menjadi Gubernur Sumsel pada masanya, namun tak juga tercapai. Bisa mencapai cita-cita yang diimpikan oleh ayahnya tersebut merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi Alex.
“Saya merasa bangga bisa mencapai cita-cita ayah saya. Semoga pada masa kini pun pahlawan lainnya untuk meneruskan pembangunan daerah. Muncul Noerdin Pandji lainnya,” tukasnya.
Turut hadir dalam acara ini istri gubernur Hj Eliza Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki beserta istri Hj Tartila Ishak, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Walikota Palembang Harnojoyo, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Komarudin Simanjuntak, serta keluarga besar HM Noerdin Pandji.
Anggota Komisi VI DPRI RI sekaligus cucu HM Noerdin Pandji, Dodi Reza Alex, mewakili seluruh keluarga besar menghaturkan rasa terima kasih kepada Pemprov Sumsel serta Pemko Palembang karena telah mengabadikan nama kakek mereka tersebut sebagai nama salah satu jalan besar di Kota Palembang.
“Alhamdulillah, kami sebagai keturunan beliau sangat bangga akan hal ini. Kakek kami ini adalah contoh suri teladan bagi kami sekeluarga. Dengan diabadikan namanya sebagai nama jalan, ini menjadi pengingat kami bahwa kakek kami telah melakukan sesuatu yang besar untuk bangsa,” tuturnya.
Diabadikannya sebagai nama jalan pun, lanjut Dodi, secara tidak langsung memberikan pesan, khususnya kepada keturunannya, umumnya kepada masyarakat, untuk selalu berbuat lebih baik lagi dan bisa terus meneruskan nilai perjuangan mereka.
“Pergunakan jalan ini dengan baik dan jaga fasilitas umum yang ada. Keberadaan jalan ini pun akan memperlancar transportasi perkotaan serta mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Jalan Kol H Burlian dan Jalan Jenderal Sudirman,” tambahnya.adv
————-
Sudah Seharusnya LVRI Diperhatikan Penuh
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli, menghormati, serta memprioritaskan para Legiun Veteran RI (LVRI) Provinsi Sumsel, tak terkecuali jajaran pemerintahan kabupaten/kota di Sumsel yang berkewajiban memberikan perhatian penuh.
Menurut H Alex Noerdin, banyak cara untuk mengisi kemerdekaan, di antaranya dengan memberikan perhatian penuh kepada LVRI. Bila tidak ada veteran, tidak akan ada Republik ini.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menghormati para pejuang, kalau tidak ada veteran tidak ada negara ini. Jadi kalau hanya kata-kata dan retorika saja tidak banyak manfaatnya. Kita semua wajib membantu para veteran karena mereka memang berjasa,” tegas Gubernur H Alex Noerdin saat menggelar Ramah Tamah dalam rangka Peringatan HUT ke-59 Legiun Veteran RI Sumsel, Kamis (14/1), di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.
Peringatan HUT LVRI ini ditandai dengan Upacara Peringatan. Bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur H Alex Noerdin, diikuti para veteran beserta keluarga Veteran Sumsel. Tema HUT LVRI tahun ini ‘Gelorakan gerakan nasional revolusi mental untuk meningkatkan kesadaran bernegara dan bela negara’.
Lebih lanjut Gubernur H Alex Noerdin mengatakan, generasi muda sudah seharusnya dapat mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para veteran dengan mengorbankan darah dan nyawa.
“Kepada generasi muda, tidak ada lagi waktu untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu dan tidak produktif. Dengan semangat 45, mari bersama membangun Sumsel agar menjadi provinsi terdepan di Indonesia,” katanya.
Gubernur H Alex Noerdin menambahkan, seiring berjalannya waktu, para LVRI Provinsi Sumsel akan berkurang, termasuk orangtua Gubernur H Alex Noerdin, H Muhammad Noerdin Pandji, yang sekarang sudah tiada. Namun, cita-cita perjuangan harus tetap dilaksanakan untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.
“Saya sendiri bangga menjadi anak veteran. Sebaliknya menjadi anak veteran sudah semestinya buat bangga bukan menjadi beban. Mari berbuat dengan sebaik-baiknya untuk menjadikan Sumsel sebagai provinsi terdepan,” katanya.adv
KOMENTAR
Pantas Diberikan Penghargaan
Mayjen TNI (Pur) Bambang Budi Waluyo, Mantan Pangdam II Sriwijaya
Melalui dedikasi dan perjuangan di masa lalu, almarhum HM NoerdinPandji sangat pantas diberikan penghargaan. Tentunya perjuangannya yang tanpa pamrih dapat dijadikan contoh generasi penerus bangsa, khususnya untuk memajukan pembangunan Sumsel, seperti yg telah dilakukan oleh penerusnya, Bapak H Alex Noerdin, Gubernur Sumsel yang sangat berani menghadapi berbagai tantangan, kesemuanya itu demi kemajuan Sumsel di masa depan.
Dan saya yakin di bawah gaya kepemimpinan Pak Alex semuanya akan terwujud, yang terpenting dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Sumsel untuk dapat mewujudkan pembangunan, terutama untuk menyukseskan Asian Games 2018.
Pemimpin akan sukses dan dapat menyejahterakan rakyatnya, jika pemimpin itu berani dan mampu menghadapi berbagai bentuk tantangan.
—–
Sudah Sangat Tepat
Suherman Sahoni, Tokoh Pemuda Sumsel
Diabadikannya nama HM Noerdin Pandji jadi nama jalan di Palembang yaitu jalan di simpang Bandara SMB II, sudah sangat tepat karena Bapak HM Pandji Noerdin merupakan salah satu pahlawan atau pejuang yang berasal dari Sumatera Selatan, tepatnya putra Lintang Kabupaten Empatlawang. Saya selaku pemuda Sumsel sangat setuju dan mendukung penuh.