‘Penembak Jitu’ dari Makassar
Gelandang petarung, punya kemampuan driblle dan tembakan jarak jauh yang keras terarah, kemampuan ini melekat pada diri Asri Akbar.
KEBERADAAN Asri Akbar membuat lini tengah Sriwijaya FC kokoh. Pemain berusia 32 tahun ini merupakan pelapis defender. Itu dimungkinkan lantaran posisinya sebagai gelandang jangkar. Kendati begitu, ia juga terkadang menunjukkan kemampuan dalam menggedor benteng musuh.
Pola serangan yang biasa dilakukan pemain kelahiran Makassar, 29 Januari ini, yakni lewat aksi solo run. Sendirian, ia mengiring bola melewati sejumlah pemain lawan. Dengan kemampuan drible yang aduhai, ia bahkan berhasil masuk ke jantung pertahanan musuh untuk kemudian melepaskan tembakan keras.
“Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik buat tim saja,” kata Asri Akbar saat disinggung soal kemampuannya dalam melewati hadangan pemain lawan, Selasa (9/2).
Mantan punggawa Persib Bandung ini terkenal dengan tendangannya yang keras dan terarah. Jika sulit masuk kotak penalti musuh, ia bakal melepaskan tendangan jarak jauh. Tembakan sang sniper sulit diredam kiper musuh, lantaran bola melesat begitu kencang. Inilah yang membuat Asri istimewa di skuad SFC.
Namun apalah guna sebuah talenta kalau belum menghasilkan prestasi. Sejak memperkuat SFC, belum sekalipun Asri merasakan manisnya trofi juara. Saat tampil di Piala Presiden beberapa waktu lalu, Asri berhasil membawa SFC ke final. Sayang di partai pamungkas, Laskar Wong Kito kalah 0-2 dari Persib Bandung. Ini yang bikin dia penasaran. “Saya belum puas kalau belum bisa mengantarkan SFC juara,” ucapnya.
Kesempatan itu datang di turnamen berikutnya. Asri berada di antara pemain bintang skuad SFC. Itu menjadi kebanggaan sendiri bagi mantan pemain Persiba Balikpapan ini, sekaligus semangat untuk dapat tampil lebih baik.
“Tim ini dihuni pemain bintang, manajemen yang bagus, gaji yang lancar, suasana yang nyaman dan penuh keakraban. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat tim ini,” tegasnya.
Disinggung jabatannya sebagai wakil kapten, Asri mengakui itu bukan tugas yang mudah. Terlebih, tim ini dipenuhi pemain berkualitas dan kenyang pengalaman. Nyaris seluruh pemain punya nama besar.
“Beban juga jadi wakil kapten. Banyak yang pantas untuk jabatan itu. Karena sudah dipercayakan ke saya, maka dengan sekuat tenaga saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” katanya. # rizal effendi