Pemprov-KOI Pertanyakan Kesiapan Palembang Jelang AG
#Presiden Setujui Closing di Palembang
Palembang, BP
Dua tahun delapan bulan menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mempertanyakan kesiapan Pemerintah Kota Palembang untuk menjadi tuan rumah.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan, hingga saat ini dirinya belum melihat kesiapan Palembang untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Dirinya pun menginstruksikan agar Pemko Palembang terus bekerja demi kesiapan menjadi tuan rumah.
“Kita semua sehari-hari tinggal di Palembang, jadi ketahuan mana perubahannya. Saat ini Palembang belum siap,” ujarnya dalam Rapat Kordinasi KOI dan Panitia Sub Nasional Asian Games ke-18 Tahun 2018, Selasa (19/1) malam di Griya Agung Palembang.
Dirinya mencontohkan, ketersediaan toilet umum di ruang publik, seperti di kawasan Benteng Kuto Besak dan Kambang Iwak pun masih kurang.
“Kalau jalan-jalan di BKB, toilet di mana? Di sungai? Tidak bisa. Toilet mobil yang selama ini dimanfaatkan Pemko pun tidak efektif, yang memakai ribuan orang sedangkan itu harus dibuang secara berkala. Kondisinya pun buruk, karatan,” selorohnya.
Dirinya menuturkan, Pemprov Sumsel akan membangun 25 toilet publik berstandar internasional di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Pemko Palembang diminta untuk membangun 100 toilet baru di seluruh kawasan publik Palembang.
Selain itu, bus kota yang saat ini hilir mudik beroperasi di Kota Palembang, hampir seluruhnya tidak layak lagi untuk digunakan. Namun untuk itu, Palembang akan mendapatkan 300 unit bus baru untuk transportasi dalam kota menggantikan bus kota yang sudah tak layak lagi beroperasi di Palembang.
Sebanyak 50 unit bus baru dari Kementerian Perhubungan yang akan diterima pada tanggal 21 Januari besok. Sedangkan 250 bus sisanya akan diterima pada awal 2018 mendatang.
Wakil Ketua Umum KOI H Muddai Madang mengungkapkan, Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui seremoni penutupan (closing ceremony) Asian Games dilaksanakan di Palembang. Oleh karena itu, persiapan Sub Panitia Nasional Sumsel akan lebih berat daripada closing yang tidak diselenggarakan.
“Sekarang kita jadi perhatian karena jadi tuan rumah penutupan. Dalam penutupan akan banyak tamu yang datang, khususnya tamu VIP. Maka dari itu kita harus sangat siap,” tuturnya.
Olympic Council of Asia (OCA) pun akan kembali datang ke Palembang pada 30-31 Januari mendatang. Enam orang perwakilan OCA sudah akan mulai menetap di Palembang dan Jakarta untuk memantau progres kesiapan dua kota tersebut menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia ini.
Muddai pun menegaskan bahwa penghijauan Palembang harus dilakukan secepatnya. Karena tanaman hijau tidak akan tumbuh cepat, membutuhkan waktu agar menjadi rimbun.
“Saya mengingatkan Pemkot agak kurang-kurang. Penghijauan itu butuh waktu, kalau subur tanahnya, mungkin bisa hijau dalam dua tahun. Walikota harus lebih fokus ngurusin ini. Dari sekarang tunjukkan, kita sudah mulai action. Mulai bulan depan kita diawasi langsung setiap hari oleh OCA,” tegas Muddai.
Semenjak tagline Asian Games 2018 Jakarta-Palembang diluncurkan, Muddai mengungkapkan, jumlah ‘klik’ di internet terhadap Palembang sudah lebih dari tiga juta pencarian. Promosi yang dilakukan, sejauh ini sudah baik, tinggal ditingkatkan lagi agar bertambah bagus.
“Tahun 2003 saat saya berkunjung ke Beijing, saat itu di sana sedang persiapan olimpiade. Saat itu masih banyak masyarakat yang bersepeda menggunakan baju tidur dan toilet umumnya pun jauh dari bersih. Namun begitu olimpiade diselenggarakan, semua hal itu hilang. Saya harap dengan Asian Games di Palembang ini bisa mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih positif. Tunjukkan ke dunia internasional kita layak,” ujarnya.
Didampingi Sekretaris Jenderal KOI Dodi Iswandi, Muddai menyerahkan masterplan Asian Games ke-18 Tahun 2018 kepada Gubernur di sela acara. Menurut Muddai, masterplan ini diselesaikan sesuai target pada Desember 2015 lalu.
Pada perkembangannya nanti kemungkingan masih akan ada perubahan mengenai perpindahan cabor dari Jakarta ke Palembang sesuai dengan kondisi dan persiapan. “Perubahan tersebut kemungkinan tidak akan drastis 180 derajat, mungkin hanya sekitar 30 persen,” tuturnya.
Sementara itu Sekjen KOI Dodi Iswandi mengaku terpukau akan kesiapan Palembang. Dodi menuturkan, Palembang sudah jauh lebih siap daripada Jakarta. Ia menilai bahkan Jakarta belum berbuat apa-apa.
“Setelah melihat JSC, kolam renangnya sangat layak. Akan kita dorong supaya cabor renang dipindah ke Palembang. Dinning Hall-nya pun mumpuni. Saat Asian Games berlangsung, Dinning Hall itu harus beroperasi 24 jam,” katanya. #idz