Seberang Ulu I Rawan Kriminalitas

94

1801.01.Grafis LipsusPalembang, BP

Kawasan Seberang Ulu I, Palembang, dikenal masyarakat sebagai kawasan angker dan rawan tindak kriminalitas.

Struktur daerah yang bercabang dan minimnya pengawasan menjadikan Seberang Ulu I target para pelaku kejahatan dalam beraksi.

Pantauan BeritaPagi, ‎dalam tiga bulan terakhir, setidaknya terdapat sembilan laporan korban kejahatan yang masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolresta Palembang, mulai dari pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam, hingga pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan pemberatan.

Belum lama ini, tepatnya 23 Desember lalu, Hasbi (22), seorang fotografer amatir, warga Kecamatan Plaju ditodong senpira dan nyaris terbunuh dengan lima luka tusukan di sekujur tubuh serta kehilangan kamera profesional miliknya jenis Canon 600d.

Dikonfirmasi terkait ini, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang Kompol Marully Pardede, SIK tak menampik jika kawasan Seberang Ulu I rawan akan tindak kriminal.

“Sebenarnya banyak, bukan hanya Seberang Ulu I. Seperti di Sukarami. Tapi di Seberang Ulu I ini banyak jalan pintas menuju ke Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, belum lagi jalan-jalan kecil,” ungkapnya.

Menurut Marully, pelaku kejahatan dengan senjata api rakitan bukanlah perkara baru. “Memang belum ada data akurat, tapi senpira ini dari zaman dulu dan bukan hanya di Palembang melainkan di Sumsel keseluruhan. Karena untuk mendapatkan senpira ini cukup mudah, ‎ada beberapa sentra industri rumah tangga yang memproduksi senpira ini di daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Ini hasil dari beberapa interogasi kita saat ungkap kasus,” bebernya.

Baca Juga:  Berlaku Kasar pada Pekerja Lokal, TKA Cina di Proyek PLTU Sumsel 8 Dikecam

Untuk wilayah Palembang, hingga saat ini belum terdeteksi. Namun untuk penggunaan tentu ada.

“Dan ini wajar karena Palembang merupakan pusat kota di Sumsel, masyarakatnya heterogen. Bukan berarti pelaku lebih berani, buktinya lari juga saat mau ditangkap. Senjata api itu untuk menyelamatkan diri dan melumpuhkan korban, jadi bukan untuk melawan petugas,” tegasnya.

Jakabaring, kata Marully, kerapkali menjadi tempat kejahatan lantaran‎ daerahnya merupakan tempat jalur lintasan dan bercabang.

“Selain itu, perumahan juga masih sepi, banyak tempat gelap dan jalan lurus yang sepi juga mempermudah pelaku memantau korbannya dari jarak kejauhan. Jadi kalau ada yang mau memergoki, sudah ketahuan oleh pelaku dan bisa lari ke arah mana saja seperti Banyuasin, Tegal Binangun, bahkan tembusan ke Musi II,” bebernya.

Dari Satreskrim sendiri, lanjut Marully, telah melakukan berbagai upaya meminimalisir kejahatan yang terjadi.

“Kalau malam sering kita lakukan razia yang dikomandoi Kabag Ops, jajaran polres serta polsek-polsek dengan serentak. Terutama pada jam-jam rawan. Tapi kejahatan selalu lebih maju dari polisi. Hal ini karena penjahat tau polisi, sebaliknya polisi tidak tau yang mana penjahat. Tapi kita akan semaksimal mungkin berantas kejahatan, khususnya di Kota Palembang,” katanya.

Salah satu warga Seberang Ulu I, Yuliani, mengatakan, maraknya begal di kawasan ini membuat mereka khawatir. Terlebih lagi, dirinya hampir dibegal waktu mau pulang ke rumah.

Baca Juga:  Kapolri Dorong Percepatan Target Dosis Dua dan Booster

“Untungnya saya, ketika itu langsung sadar saya diikuti dua motor langsung mepet. Spontan saya tancap gas mencari suasana keramaian, di bundaran air mancur depan stadion,” ujar Yuliani yang tinggal di Perumahan OPI, Jakabaring.

Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini kalau au pulang itu harus super berhati-hati. Kalau memang sepi saya menepi terlebih dahulu.

“Pokoknya kalau mau pulang itu ketar-ketir apalagi malam hari. Terkadang saya minta antar kawan,” ungkapnya.

Sebenarnya, bisa dinimalisir tindakan begal di Jakabaring, asalkan polisi harus lah sering berpatroli berkala.

Selain itu pos polisi simpang OPI itu lebih dimaksimalkan lagi, hingga saat ini pos polisi tersebut sunyi apa lagi ketika malam hari.

“Percuma ado pos polisi tapi dak katek wong. Seharusnya, pos polisi itu lebih ditingkatkan lagi, jangan hanya ada pos saja tetapi polisinya tidak ada,” harapnya.

Hal senada yang dikatakan, H Samsul yang tinggal di kawasan Seberang Ulu I. Dikatakannya, banyaknya begal itu karena kurangnya pengawasan khusuanya dari pihak yang berwajib.

Karena sepanjang kawasan Jakabaring ini sering sekali digunakan anak-anak muda khususnya motor itu berkumpul.

“Saya yakin para begal itu sebenarnya tidak ada niat, tetapi ada kesempatan mereka menjalankan aksi. Ditambah, sepanjang jalan tersebut terbilang sepi ketika malam hari. Mereka memang mengincar pengendara motor khususnya wanita, yang mengendarai motor sendirian. Paling sering terkena begal itu para pegawai pertokoan yang ada di kawasan Seberang Ulu I.

Baca Juga:  Cabut Pistol Setelah Dibacok dari Belakang

“Pernah saya menemui korban begal. Ternyata, modus mereka itu memakai dua motor yang semuanya boncengan. Dua motor di depan tugasnya merampas, dua motor di belakangnya itu berjaga-jaga. Ketika aksi mereka diketahui tetapi korban sudah tersungkur, maka tugas motor kedua itu berperan seperti mau menolong kalau kondisi tetap sepi merekalah yang merampas motor tersebut,” ujarnya.

Selain itu juga, para begal ini memang sengaja jalan-jalan, tidak sengaja mendapati misalnya orang pacaran itu ‘kan di tempat yang sepi. Mendapati keadaan tersebut mereka langsung menjarah apa yang bisa dijarah.

“Lihat saja baru-baru ini di belakang Bank Sumsel Babel, itu kan kondisi yang sepi. Apa lagi malam Minggu anak-anak ngumpul itu kan bisa saja bagian dari mereka yang berprofesi begal,” ujarnya.

Sama halnya, yang diungkapkan, Wati, berprofesi sehari-hari berjualan di bundaran air mancur Jakabaring, kebanyakan para begal itu beraksi memang di tempat yang terbilang sepi, dan biasanya mereka itu beraksi di, jalan pipa, belakang Opi Mall yang terus ke Pasar Induk.

Selain itu juga jalan ke arah Graha Teknologi itu sering ado aksi begal. Serta, melewati gerbang OPI, terus ke arah SMAN 19 di sana juga rawan.

“Sebenarnya begal ini tidak ada jalan khusus untuk mereka kabur, kebanyakan mereka itu melintasi jalan utama menuju lampu merah fly over,” ujar dia. #bel/adk

Komentar Anda
Loading...