Februari, Dua Fly Over Dibangun di Palembang

47

ilustrasi-fly-overPalembang, BP
Dua jembatan fly over mulai dibangun pada akhir Februari ini. Kedua proyek yang sedang masuk proses lelang itu ditargetkan rampung menjelang Asian Games 2018.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) III Thomas Setiabudi Aden mengatakan, jika tak ada hambatan, dua jembatan fly over akan dibangun di Simpang Kramasan Kertapati dan Simpang Empat Tanjung Api-Api (TAA).

“Tahun ini memang terdapat percepatan pembangunan, seperti pada pembangunan besar. Apalagi Palembang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Dua fly over sedang dalam proses lelang. Akhir Februari akan mulai dibangun,” katanya, Minggu (17/1).

Baca Juga:  Pilkada Muba: Adu Strategi LSI Denny JA vs FIXPOLL Indonesia

Dikatakannya, pembangunan jembatan fly over di Simpang TAA akan lebih pendek dibandingkan fly over Simpang Kramasan. Karena itu, anggaran pembangunan keduanya berbeda. Untuk pembangunan kedua flyover sendiri dianggarkan sekitar Rp430 miliar.

“Pembangunan fly over di Jalan Tanjung Api-Api Simpang Bandara akan bernilai Rp170 miliar, sedangkan flyover di Simpang Kramasan Rp260 miliar,” katanya.

Pada proses lelang, BPJJN membuka peluang bagi perusahaan yang sudah memiliki pengalaman membangun dengan nilai anggaran hampir sama. “Lelang kali ini mengharapkan perusahaan yang sudah teruji,” ujarnya.

Baca Juga:  Dana Stimulan Gotong Royong Rp3,5 Juta

Sementara itu, tambahnya, dalam desain terakhir yang dilakukan pihak BPJJN akan mengusung konsep kedaerahan yang akan menjadi ciri khas kedua fly over tersebut. Rencananya, ciri khas yang akan ditambah yakni motif songket pada dinding jembatan fly over dan lampu jalan.

“Kita meminta pendapat pakar budaya. Motif songket seperti apa yang baik ditambahkan dalam pembangunan
fly over tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  Revitalisasi Makam Ario Damar di Palembang Asal Jadi , Budayawan, Sejarawan dan Tim 11 Desak Lakukan Audit Keuangan dan Akan Lapor Kejati Sumsel

Proyek ini diperkirakan tidak akan terbentur persoalan pembebasan lahan. Sebab sebagian besar lahan yang digunakan berstatus milik pemerintah.

Selain itu, lahan yang dipergunakan juga tidak seluas dibandingkan pembangunan underpass atau jembatan Musi IV. “Setahu saya, sudah tidak ada masalah lagi. Mungkin ada pembebasan lahan, namun sedikit. Misalnya untuk koridor, trotoar, atau tamannya. Sampai lelang ini, pembebasan lahannya tidak dilakukan,” tukasnya. # pit

 

 

 

Komentar Anda
Loading...