Serangan Fajar Bukan Wewenang Polisi

15

Sembilan Ribu Polisi Amankan Pilkada Serentak

239940_ada-uang-ada-suara--menerima-serangan-fajar_663_382Palembang, BP
Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Sumsel tinggal hitungan hari. Dalam Pilkada yang digelar pada 9 Desember mendatang, jika ada serangan fajar (membagikan uang ke warga) yang dilakukan salah satu calon penindakan bukan wewenan kepolisian.

“Kalau Polda Sumel dan jajaran hanya melakukan pengamanan untuk menjaga Kamtibmas dan kelancaran jalanannya Pilkada. Untuk serangan fajar itu wewenang Panwas dalam Pilkada serentak ini,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Jumat (4/12).

Baca Juga:  Soal Pembongkaran Pasar Cinde  yang Sebelumnya Ditetapkan  Sebagai Cagar Budaya, Harnojoyo Bilang  Belum Tahu

Menurut jenderal bintang dua ini, serangan fajar dalam Pilkada diduga dapat saja dilakukan salah satu pasangan calon untuk memenangkan Pilkada serentak. Dari itulah untuk mengantisipasinya serta tindakan tegas merupakan wewenang dari Panwaslu bukan kepolisian.

“Kita hanya melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga menggangu jalannya Pilkada serentak tahun ini,” kata Iza.

Baca Juga:  Gubernur Minta Reschedule Ulang , Rapat Pembahasan KUA –PPAS APBD  Sumsel Tahun 2020  Molor Lagi

Untuk pengamanan di daerah yang menggelar Pilkada serentak seperti OKI, OKU, OKUT, Muratara, PALI, Mura dan OI, masih dikatakan Iza, Polda Sumsel menurunkan sekitar sembilan ribu personil. Dari seluruh personil di bagi dua, ada yang turun ke lapangan dan ada yang dicadangkan.

“Personil yang mengamankan jalannya Pilkada ini, sudah kami turunkan dengan total sembilan ribu personil. Dimana 4.562 personil ke lapangan dan 4.447 personil yang disiagakan untuk cadangan,” jelas Iza.

Baca Juga:  Soal Macet dan Parkir,  Pj. Walikota  dan Danrem 044/Gapo Cari Solusi

Dikatakan Iza, personil yang mengamankan jalannya Pilkada ini sudah dilaksanakan gelar pasukan di halaman Mapolda Sumsel, sekitar pukul 08.30. Dengan begitu, semua personil telah di BKO ke setiap Polres hingga dalam pengamannya.

“Setiap personil akan dibawa komando dan perintah Kapolres setempat. Kalau tempat rawan konflik, semuanya sering terjadi, tetapi karena belajar dari Pilkada sebelumnya Polda Sumsel telah mengantisipasi itu,” pungkas Iza. #rio

Komentar Anda
Loading...